Permintaan Hewan Kurban di Jabar Diprediksi Melonjak

Permintaan Hewan Kurban di Jabar Diprediksi Melonjak

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Hewan Kurban Sapi
Ilustrasi Hewan Kurban Sapi (Foto: Jimmy Liu/Unsplash)
Bandung -

Lonjakan kebutuhan hewan kurban mulai terasa di Jawa Barat menjelang Iduladha 2026. Permintaan sapi diprediksi naik signifikan, namun di sisi lain, ketergantungan pasokan dari luar daerah masih menjadi tantangan utama.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, Suprijanto, menyebut tren kenaikan ini bukan hal baru. Sejak 2017, kebutuhan hewan kurban di Jabar terus meningkat setiap tahunnya.

"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," ujar Suprijanto, Senin (4/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan jumlah penduduk besar, Jawa Barat menjadi pasar utama hewan kurban. Karena itu, pengawasan distribusi menjadi krusial, terutama untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat hingga ke tangan masyarakat.

"Kami usahain semaksimal mungkin untuk pengawasan. Terutama untuk wilayah yang memang punya potensi terjadinya kasus (hewan sakit). Kita mitigasi," katanya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya sapi, permintaan domba juga diperkirakan ikut naik. Tahun ini, kebutuhan domba diproyeksikan meningkat sekitar 19 persen atau mencapai 223.800 ekor.

Namun tren berbeda terjadi pada kambing. Permintaannya justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. "Kambing diproyeksikan turun. Sekitar 5 persen. Dari sebelumnya 63 ribuan, sekarang 60 ribuan," ucapnya.

Di tengah lonjakan permintaan, Jawa Barat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dan masih mengandalkan pasokan dari luar Jawa Barat. Sebagian besar sapi kurban masih didatangkan dari daerah lain seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

"Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah, 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," katanya.

(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads