Hujan Deras, Longsor Landa Salawu Tasikmalaya

Hujan Deras, Longsor Landa Salawu Tasikmalaya

Deden Rahadian - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 11:15 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Tasikmalaya -

Hujan berintensitas tinggi memicu bencana tanah longsor di Kampung Ciomas, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). Satu unit rumah warga terdampak material longsoran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, tebing setinggi sekitar 4 meter di belakang permukiman warga tidak mampu menahan guyuran hujan hingga akhirnya ambrol.

"Intensitas hujan yang tinggi pada Minggu kemarin mengakibatkan bencana tanah longsor di Kampung Ciomas, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Longsoran tanah mengenai salah satu rumah warga," ujarnya, Senin (4/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah yang terdampak dihuni satu kepala keluarga dengan total empat jiwa. Kerusakan yang ditimbulkan tergolong ringan. Bagian dapur dan dinding belakang rumah jebol setelah tertimbun tanah bercampur bebatuan.

"Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, penghuni rumah sempat mendengar suara gemuruh dan langsung keluar untuk menyelamatkan diri," katanya.

ADVERTISEMENT

Material longsor setebal sekitar 50 sentimeter menutup akses belakang rumah dan menimbun sebagian perabotan. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas penghuni.

Warga bersama relawan kemudian melakukan pembersihan secara manual menggunakan cangkul, sekop, dan karung. Upaya difokuskan agar rumah kembali aman ditempati serta mengantisipasi longsor susulan saat hujan kembali turun.

"Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat tebing untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan muncul retakan tanah, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman," tegas Jembar.

Tagana juga telah mendata kebutuhan logistik bagi keluarga terdampak. Bantuan darurat berupa terpal, selimut, dan makanan siap saji mulai disalurkan.

Selain itu, hujan berintensitas sedang juga menyebabkan longsor di tebing bagian atas Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, tepatnya di Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Caryono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Jenis kejadian tanah longsor. Lokasi di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu," ujarnya.

Ia menjelaskan, curah hujan yang cukup tinggi membuat kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya longsor dan menutup sebagian badan jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Garut maupun Tasikmalaya sempat terganggu. Kendaraan harus melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup.

"Sebagian badan jalan tertimbun material longsor sehingga mengganggu akses lalu lintas dari kedua arah," katanya.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Mengingat status jalan merupakan jalan provinsi, penanganan dilakukan oleh UPT PU Provinsi Jawa Barat.

"Upaya yang dilakukan antara lain koordinasi dengan dinas terkait dan penanganan oleh UPT PU Provinsi Jawa Barat," jelas Caryono.

Setelah penanganan dilakukan, arus lalu lintas kembali normal. Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras.

"Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan melintas di bawah tebing yang rawan longsor saat hujan. Utamakan keselamatan," tambahnya.

BPBD juga meminta warga segera melapor jika menemukan retakan tanah atau tanda-tanda longsor susulan. Dokumentasi kejadian telah diterima sebagai bahan asesmen lanjutan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa memasuki Mei, potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Tasikmalaya selatan masih tinggi. Selain longsor, kawasan Salawu juga rawan banjir bandang dan pergerakan tanah.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads