Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta sudah menyisir 10.189 ton ikan sapu-sapu di 5 kota Provinsi Jakarta. Dalam pemusnahannya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabolok, mengatakan sudah ada SOP yang mengatur.
"Untuk pemusnahan, ikan sapu-sapu harus dipastikan mati dengan cara dibelah atau dipatahkan lehernya kemudian dimasukkan ke dalam karung tertutup rapat untuk dibawa dan dikubur di lokasi yang telah ditentukan," tuturnya dalam detikNews dikutip Kamis (30/4/2026).
Penguburan ikan sapu-sapu ini menuai beragam tanggapan. Menurut Triyanto selaku Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, penguburan ikan sapu-sapu tidak bisa dilakukan secara asal. Hal ini mengingat ikan sapu-sapu menyimpan kandungan logam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan Logam Ikan Sapu-sapu Tidak Bisa Hilang
Triyanto menjelaskan jika kandungan logam dalam ikan sapu-sapu terserap dalam jaringan tubuhnya. Jika dipindahkan ke air bersih, kandungan logam tersebut juga masih berada di dalam ikan sapu sapu.
"Dia punya mekanisme protein yang mampu mengikat logam berat. Jadi, logam berat nggak keluar melalui eksresi, melalui pembuangan itu nggak keluar," jelasnya usai cara Media Longue Discussion di Balik Ikan Sapu-sapu Gelombang Spesies Asing di Perairan Indonesia di Gedung BJ Habibie BRIN, Jalan MH Thamrin, Jakarta pada Kamis (30/4/2026).
Ikan sapu-sapu yang telah dimusnahkan harus dikubur 1-2 meter di bawah tanah. Selain itu, ikan juga perlu dikemas agar tidak terpapar oksidasi dan keluar melalui aliran air.
"Nanti kalau sudah terkubur, selama dia tidak terpapar lagi sama proses oksidasi, tidak keluar melalui runoff, aliran air, dia akan terkoleksi di sekitaran situ saja," jelas Triyanto.
Jika Ikan Sapu-Sapu Dijadikan Pupuk, Pakar: Risiko Bisa Kembali ke Rantai Makanan
Ia juga menyebutkan tentang pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai pupuk. Mengingat kandungan logam yang tidak bisa hilang, ia menekankan jika logam dapat terserap oleh tanaman melalui pupuk.
"Logam beratnya akan terbawa lalu di pupuk itu. Nanti terserap lagi di tanaman," jelasnya.
Ia menyarankan agar pupuk dari ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan untuk tanaman hias.
Artikel ini telah tayang di detikEdu. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
