Jabar Sepekan: Duka di Stasiun Bekasi Timur

Jabar Sepekan

Jabar Sepekan: Duka di Stasiun Bekasi Timur

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 03 Mei 2026 09:30 WIB
Sejumlah petugas SAR gabungan melakukan evakuasi gerbong KRL yang hancur akibat kecelakaan setelah menabrak kereta jarak jauh Argo Bromo di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Selasa (28/4/2026). Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas PT KAI yang bekerja secara terpadu di lokasi kejadian.
Evakuasi KRL Ringsek di Bekasi. Foto: Pradita Utama / detikfoto
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat dalam sepekan ini dari mulai tabrakan kereta api dan KRL di Bekasi hingga YouTuber Resbob yang menghina suku Sunda divonis penjara 2,5 tahun.

Berikut rangkuman Jabar sepekan:

16 Nyawa Melayang dalam Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi

16 orang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa kecelakaan ini terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin, (27/4) pukul 20.52 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban ke 16 yakni Mia Citra perempuan berusia 25 tahun. Mia Citra sempat dirawat di rumah sakit pascakecelakaan. Dia sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU sebelum meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

"Betul, kami turut berduka dan berbelasungkawa bahwa penumpang atas nama Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi," kata Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Rabu (29/4).

Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi mengatakan saat ini ada 22 orang yang masih dirawat. Dia menyebut korban yang dirawat telah menjalani operasi.

"Hari ini, per hari ini, pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini, yang di ICU ada tiga dan, qadarullah, satu baru saja meninggal," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menuturkan kronologi lengkap kejadian ini.

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu," kata Bobby dikutip dari detikFinance.

PT KAI menyerahkan kejadian ini kepada KNKT untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby.

Selain itu, menurut Bobby, korban kecelakaan ini adalah penumpang KRL. " (Korban) Di KRL, di KRL gerbong terakhir," tambah Bobby.

Pascakejadian ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambangi lokasi kecelakaan kereta tersebut. Di lokasi Dudy melihat langsung kerusakan pada KRL maupun Argo Bromo Anggrek sekaligus memantau proses evakuasi.

Dudy sampaikan rasa keperihatinan serta duka cita yang mendalam untuk korban yang meninggal dunia. Dudy juga berharap para korban luka juga diberikan kesembuhan.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara obyektif penyebab kecelakaan," kata Dudy.

Dudy menambahkan peristiwa kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi PT KAI dan Pemerintah dalam meningkatkan pelayanan terhadap penumpang kereta ke depan.

"Kejadian kereta ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama memberikan keselamatan kepada penumpang," tuturnya.

Cinta Segitiga di Baleendah Berujung Pertumpahan Darah

Nasib malang dialami pria berinisial HI. Dia tewas dalam insiden pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Kejadian ini dipicu konflik cinta segitiga antara korban, pelaku, dan seorang perempuan berinisial LS.

Dalam kejadin ini, pelaku diketahui berinisial CS alias Gareng, yang merupakan mantan suami LS. Sementara itu, LS telah menikah kembali secara agama dengan korban HI sekitar dua bulan sebelum kejadian.

Kejadian ini terjadi di Kampung Lembur Tengah, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku pada hari yang sama.

"Iya kejadiannya Sabtu 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Pelaku inisial CS alias Gareng sudah kami amankan," ujar Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki, Senin (27/4) lalu.

Noki mengungkapkan, pelaku mendatangi rumah kerabat LS di Kampung Bera, Kelurahan Jelekong, untuk mencari mantan istrinya. Saat itu, LS diketahui sedang bersama korban HI mengunjungi keluarganya di lokasi tersebut.

"Saat hendak pulang sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku tiba-tiba datang dan memanggil korban. Ketika korban menghampiri, terjadi cekcok antara keduanya," ungkap Hendri.

Situasi kemudian memanas. LS yang berada di lokasi mendengar korban berteriak kesakitan. Saat dihampiri, korban sudah dalam kondisi terluka parah di bagian perut dan mengeluarkan banyak darah.

"Korban HI langsung meninggal dunia di TKP. Pelaku langsung melarikan diri melalui gang sempit di lokasi kejadian," katanya.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dalam waktu kurang dari satu hari, pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di wilayah Manggahang.

"Pada hari yang sama sekitar pukul 23.30 WIB, kami bisa mengamankan pelaku di wilayah Manggahang, saat hendak melarikan diri," ungkap Hendri.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk korban, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian.

"Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan di Mapolsek Baleendah guna menjalani proses hukum lebih lanjut," bebernya.

"Dugaan sementara, pelaku tidak menerima perceraian dan pernikahan kembali mantan istrinya dengan korban," pungkas Hendri.

Mantan Menteri Era Presiden Jokowi Jadi Komisaris Utama BJB

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Joko Widodo yakni Susi Pudjiastuti resmi menduduki kursi Komisaris Utama Independen Bank BJB. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4) laliu.

Selain Susi, dalam RUPST juga menetapkan sejumlah posisi penting lainnya, termasuk Komisaris Independen Eydu Oktain Panjaitan serta Direktur Utama Ayi Subarna, bersama jajaran direksi baru Bank BJB.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan keputusan RUPST tidak hanya menyangkut pergantian pengurus, tetapi juga arah baru penguatan kinerja bank daerah tersebut.

"Keputusannya pertama deviden pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan 900 miliar deviden bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B," kata Dedi.

Menurutnya, perubahan struktur organisasi yang kini diperkuat menjadi tujuh posisi strategis, termasuk pemisahan fungsi teknologi informasi dari operasional.

"Struktur jabatan menjadi 7 karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh dia bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategic, kepentingan bisnis BJB ke depan," tutuirnya.

Dedi juga mengungkapkan proses penunjukan Susi tidak langsung berjalan mulus. Namun, ia meyakini sosok Susi adalah figur yang tepat untuk memperkuat integritas lembaga.

Sementara untuk Eydu yang diketahui saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat, Dedi menyebut yang bersangkutan akan segera mengundurkan diri dari jabatannya.

"Komisaris Utama Independen awalnya dia menolak tapi akhirnya bersedia, Ibu Susi. Yang kedua Pak Eydu yang saat ini masih menjabat Kepala BPK dan nantinya akan mengikuti prosedur yaitu mengundurkan diri," ungkapnya.

"Saya sampaikan bahwa saya selalu menjunjung tinggi integritas, bagi pengelola keuangan dan komisaris keuangan harus orang-orang yang memiliki integritas. Jadi saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris," lanjut Dedi.

Dedi berharap, dengan susunan baru ini, Bank BJB bisa berkembang lebih luas dan tidak hanya menjadi bank milik pemerintah daerah.

"Semoga dengan postur baru ini akan melahirkan bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank pemda tapi digemari di luar penda di seluruh wilayah Indonesia. Satu tagline yang nunggak tidak bayar bikin macet tenggelamkan," katanya.

Dedi juga optimistis seluruh jajaran yang ditetapkan akan lolos tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimis masa orang berintegritas tidak lulus," tegasnya.

Sementara itu, Susi mengaku menerima posisi ini bukan tanpa pertimbangan. Ia bahkan menyebut sempat dibujuk oleh Dedi Mulyadi sebelum akhirnya bersedia menerima tantangan tersebut.

"Iya Pak Gub ini tukang paksa jadi bujuk-bujuk. Saya juga sebagai orang Jawa Barat terpanggil dan tertantang, saya suka tantangan, saya ingin mencoba," ujar Susi.

Meski belum memiliki pengalaman langsung di sektor perbankan, ia percaya latar belakangnya sebagai pengusaha dapat memberikan kontribusi nyata.

"Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank jabar, semoga itu bisa," katanya.

Susi juga menegaskan gaya kerjanya yang lugas, apa adanya dan profesional akan tetap ia pertahankan. Yang terpenting bagi Susi, dirinya akan bersikap profesional dan menjaga integritas setelah diberi amanah menjadi Komisaris Utama Independen Bank BJB.

"Dan saya seperti ini, saya bilang sama Pak Gub (Dedi Mulyadi), harus mau terima Susi ya begini, saya maksud yang saya omong dan saya omong yang saya maksud. Saya orang profesional jadi yang saya maksud ya saya omong," ucapnya.

"Dan profesionalisme itu sangat diperlukan untuk industri keuangan. Mudah-mudahan saya bisa memberi nilai tambah di situ," sambungnya.

Selain itu menurut Susi, potensi ekonomi Jawa Barat yang besar, terutama dari sektor UMKM dan wilayah pesisir, menjadi modal kuat bagi Bank BJB untuk berkembang lebih agresif.

"Jabar dengan penduduk yang besar pantai utara dan selatan sangat panjang, UMKM salah satu kekuatan masyarakat jawa barat, contoh Pangandaran itu PDB penduduknya bagus. Kalau bisa kultur ini ditularkan ke semua bagian," ujar Susi.

Fokus utama yang ingin ia dorong adalah penguatan sektor riil mulai dari petani hingga nelayan sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang lebih adil bagi masyarakat, salah satunya terkait pinjol.

Susi ingin agar Bank BJB bisa mengambil alih pangsa pasar pinjol di Jawa Barat. Sebab Jawa Barat diketahui menduduki peringkat pertama pengguna pinjol, termasuk besaran utangnya.

"Jadi pikir dulu petani, petambak, nelayan, guru, petani garam, besar dan salah satu yang saya lihat kemarin saya tidak tahu apakah memungkinkan atau tidak, pinjol di Jabar kalau bisa ditake over bjb. Itu mimpi saya, seharusnya bisa," ungkapnya.

Susi bahkan sempat melontarkan pertanyaan langsung kepada Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, terkait kemungkinan tersebut.

"'Bisa ya pak dirut?" tanya Susi.

"Bisa dijawab," sahut Ayi.

Dengan optimisme tinggi, Susi meyakini langkah tersebut bukan hal mustahil. Ia bahkan memasang target ambisius di tahap awal yakni mengambil alih 50 persen pengguna pinjol untuk menjadi nasabah Bank BJB.

Bocah yang Berteman dengan Ular

Meisa Arifa Kartiwa atau karib disapa Caca menghebohkan jagat maya di Cianjur. Siswi SD ini viral di media sosial karena membawa seekor ular King Koros di dalam tas sekolahnya.

Video yang menjadi viral, kala Caca membawa kotak nasi yang dikira berisi bekal, ternyata tas tersebut berisi ular. Tanpa rasa takut, siswi asal Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong itu memegang dan mengajak bermain ular tersebut.

Seperti diketahui, ular King Koros sepanjang 2 meter itu hanya salah satu dari sekian banyak ular peliharaannya.

"Dari sebelum sekolah memang suka main sama ular. Yang di video itu namanya Zoro ular King Koros. Tapi masih banyak yang lain di rumah," kata Caca saat dihubungi, Senin (27/4).

Caca mengaku tak takut dengan ular-ular peliharaannya tersebut. Meskipun berasal dari alam liar, rata-rata ular itu sudah dijinakkan oleh ayahnya.

"Nggak takut, kan sudah dibuat jinak sama ayah. Makanya sampai tidur juga sama Zoro atau ular yang lain," kata dia.

Ayah Caca, Jepi Kartiwa, mengatakan anak keduanya tersebut memang sedari umur tiga tahun sudah menunjukkan ketertarikannya pada ular atau reptil lain.

"Saya kan memang dulu sering berkumpul dan belajar soal penanganan ular bersama konten kreator Sahabat Alam, terus Dede Inoen, dan lainnya. Makanya di rumah ada koleksi hasil rescue. Ternyata anak saya malah ikut merawat dan bermain sama ular-ular ini," tutur Jepi.

Bahkan, sejak masih balita, Caca kerap menangkap kalajengking dengan tangan kosong. "Awalnya malah yang ditangkap itu kalajengking. Kemudian baru main ular," katanya.

Jepi menyebut anaknya bahkan tidak bisa jauh dari ular-ular peliharaannya. Gadis itu sempat mogok makan ketika Zoro, ular kesayangannya, dipinjam oleh teman sang ayah.

"Pernah sekali saya coba sembunyiin ularnya, bilang dipinjam teman saya untuk ngonten. Langsung nangis saat pulang sekolah. Kemudian tidak mau makan sampai besoknya," jelas Jepi.

Namun, lanjut Jepi, Caca hanya diberi izin untuk memelihara serta bermain dengan beberapa jenis ular tak berbisa. Sedangkan untuk jenis ular kobra, ia melarang keras anaknya untuk memelihara.

"Saya sekaligus edukasi juga, mana saja ular yang berbisa atau bisanya mematikan. Itu jangankan dipelihara, ditangkap atau dimainkan tidak boleh karena berbahaya. Untungnya anak saya ini penurut, dan cepat pahamnya. Makanya hanya koleksi King Koros, sanca, serta ular tidak berbisa ataupun yang bisanya kategori ringan," ungkapnya.

Menurut Jepi, kecintaan terhadap reptil membuat anaknya bercita-cita menjadi pawang ular profesional saat dewasa kelak.

"Cita-citanya ingin jadi pawang ular, karena kan jarang perempuan jadi pawang ular. Makanya dari sekarang belajar jenis ular, bagaimana menangkap dan merawat ular, supaya tidak hanya modal berani tapi berpengetahuan juga," pungkasnya.

Hina Suku Sunda Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara terhadap YouTuber Resbob. Pria dengan nama lengkap Adimas Firdaus Putra Nasihan itu dinyatakan bersalah dan meyakinkan dalam kasus penginaan terhadap Suku Sunda.

Vonis untuk Resbob dibacakan majelis hakim pada Rabu (29/4) lalu. Resbob dihadirkan secara langsung di PN Bandung dengan mengenakan stelan pakain putih hitam.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim PN Bandung Adeng Abdul Kohar saat membacakan putusannya.

Resbob dinyatakan bersalah melanggar Pasal 243 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Jo Pasal 243 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"Memerintahkan masa tahanan terdakwa dikurangi setelah menjalani hukuman dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan," ujar hakim.

Vonis yang dibacakan hakim sesuai dengan tuntutan jaksa. JPU saat itu menuntut Resbob dengan hukuman 2 tahun 6 bulan.

Dalam pertimbangannya, hakim membeberkan hal yang meringankan dan memberatkan untuk perbuatan Resbob. Hal yang memberatkan yaitu perbuatan Resbob telah menimbulkan keresahan di kalangan Suku Sunda dan memberikan keterangan yang berbelit-belit.

"Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa mengakui semua perbuatannya," pungkasnya.

Setelah menjatuhkan putusan, hakim mempersilakan kedua belah pihak untuk memberikan tanggapan. Di momen tersebut, JPU menerima vonis majelis hakim, sedangkan Resbob memutuskan untuk pikir-pikir.

Resbob menanggapi hasil vonis dengan kepala doingin. Dia sempat menyampaikan unek-uneknya kepada wartawan. Dengan sarkas, dia mendoakan para hakim yang menjatuhkan putusan bisa diberi kebahagiaan hingga tujuh turunan.

"Hakim telah menjalankan tugasnya sebagai wakil Tuhan di bumi. Di mana, semoga vonis hakim kepada saya itu muncul daripada nuraninya bukan di luar daripada nuraninya," katanya.

"Saya mendoakan kepada hakim semoga dengan vonis itu bisa membahagiakan para hakim tujuh turunannya. Itu aja," ucapnya menambahkan.

Di momen itu, Resbob berharap warga Jawa Barat bisa menerimanya kembali saat ini. Sebab, Resbob sudah banyak mendapat pelajaran dari kasus penghinaan terhadap Suku Sunda yang telah dia lakukan.

"Semoga seluruh orang di Jawa Barat ini mendapatkan rasa senang dan rasa bahagia, serta juga bisa menerima saya akhirnya menjadi bagian daripada masyarakat Sunda," ucapnya.

"Upaya hukum tetap kita lakukan dan saya serahkan kepada kuasa hukum saya," pungkasnya.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads