Gelombang Protes Buntut Pernyataan Amien Rais

Kabar Nasional

Gelombang Protes Buntut Pernyataan Amien Rais

Tim detikcom - detikJabar
Sabtu, 02 Mei 2026 13:34 WIB
Deklarasi Partai Ummat dukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di kediaman Amien Rais, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (18/10/2023)
Amien Rais (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja)
Jakarta -

Ruang publik digital Indonesia tengah diramaikan oleh kontroversi yang dipicu oleh unggahan video di kanal YouTube milik tokoh reformasi, Amien Rais. Video tersebut memuat pernyataan Amien Rais soal kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dikaitkan dengan isu moralitas pribadi.

Pernyataan ini memicu reaksi berantai dari lingkaran relawan kepresidenan, kementerian terkait, hingga internal partai yang didirikannya sendiri. Berikut ringkasannya yang dirangkum detikJabar dari pemberitaan detikcom, Sabtu (2/5/2026).

Reaksi Keras Relawan dan Persiapan Langkah Hukum

Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP) menjadi pihak pertama yang bereaksi keras terhadap narasi yang dibangun oleh Amien Rais. Mereka menilai ucapan tersebut sudah melampaui batas kewajaran demokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Tuduhan Keji: Ketua DPP ABP Supriyanto menegaskan apa yang disampaikan Amien Rais adalah serangan personal yang serampangan. Menurutnya, hal tersebut bukan lagi bentuk kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang menyesatkan publik.
  • Pembunuhan Karakter: Supriyanto berpendapat bahwa narasi tersebut merupakan asumsi liar dan insinuasi yang bertujuan merusak stabilitas politik. "Kalau kritik disampaikan dengan data dan argumen, itu sehat. Tapi kalau yang disebar adalah asumsi liar, gosip, dan insinuasi keji, itu bukan lagi demokrasi. Itu pembunuhan karakter," kata Supriyanto.
  • Proses Hukum: ABP kini tengah mempersiapkan langkah hukum secara formal yang berfokus pada dugaan pencemaran nama baik serta penyebaran informasi bohong.

Identifikasi Komdigi

Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut angkat bicara setelah melakukan identifikasi terhadap sebaran video tersebut di ruang siber.

  • Pelanggaran UU ITE: Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut mengandung hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara. Meutya mengingatkan bahwa pendistribusian konten semacam itu berpotensi melanggar UU ITE Nomor 1 Tahun 2024.
  • Upaya Provokasi: Menkomdigi menilai video itu merupakan upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik yang dapat memecah belah bangsa. "Ruang demokrasi digital adalah ruang adu gagasan bukan ruang memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia manapun," ujar Meutya Hafid.

Sikap Partai Ummat: Sebut Amien Rais 'Offside'

Menariknya, Partai Ummat-partai di mana Amien Rais menjabat sebagai Ketua Majelis Syura-secara tegas menyatakan bahwa pernyataan tersebut bersifat pribadi dan tidak mewakili institusi partai.

ADVERTISEMENT
  • Pernyataan Pribadi: Ketua DPP Partai Ummat Aznur Syamsu menegaskan tidak ada kaitan antara ucapan tersebut dengan persoalan bangsa saat ini. "Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat. Pak Amien Rais off side," ujar Aznur.
  • Hormati Jalur Hukum: Senada dengan Aznur, Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, mempersilakan siapa pun yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum. Namun, ia juga memberikan catatan agar hukum tidak dijadikan alat pukul politik yang tebang pilih.
  • Kepedulian Sahabat: Meski mempersilakan proses hukum, Ridho menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk kegelisahan dan kepedulian Amien Rais terhadap negara serta Prabowo sebagai sahabat lamanya.

Status Konten

Video yang memicu kegaduhan ini sempat beredar luas sebelum akhirnya menghilang dari peredaran di kanal resminya.

  • Judul Video: Video berdurasi sekitar 8 menit tersebut sebelumnya diunggah dengan judul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" di kanal YouTube Amien Rais Official.
  • Tidak Bisa Diakses: Berdasarkan pantauan per Sabtu (2/5/2026), video tersebut sudah tidak dapat lagi diakses oleh publik.
  • Analogi Historis: Dalam narasinya, Amien Rais diketahui menggunakan analogi historis dan klaim "pandangan masyarakat" untuk mempertanyakan batas profesionalitas hubungan antara Presiden dan Seskab.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads