Pascaaksi anarkis yang terjadi di Jalan Tamansari, Kota Bandung, sejumlah fasilitas umum di jalan tersebut mengalami kerusakan.
Sampah dan puing-puing material yang sebelumnya berserakan di jalan itu sudah dibersihkan. Selain itu, petugas Dishub Kota Bandung melakukan perbaikan rambu-rambu lalu lintas dan pengecatan tembok flyover yang jadi sasaran vandalisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan di lokasi kejadian, kerusakan meliputi pos polisi, videotron, kios, traffic light, papan penunjuk jalan, water barrier, pot bunga, dan lainnya.
Dari sekian banyak fasilitas umum yang dirusak massa, kotak kontrol atau node controller CCTV milik Dishub Kota Bandung juga jadi sasaran perusakan massa anarkis.
Akibat perusakan node controller itu, CCTV yang dipasang dari Jalan Tamansari hingga Pasteur tumbang dan tidak dapat diakses oleh masyarakat umum.
Komandan Teknisi Dishub Kota Bandung Rustandi Arvey mengatakan node controller dirusak oleh massa aksi yang berkumpul di Jalan Tamansari. "Sampai penyok ini nih (box), hadware-nya dirusak, ini bukan dicuri tapi dirusak," kata Rustandi, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Rustandi, node controller sengaja dirusak dan tidak jadi sasaran pencurian karena perangkat keras (hardware) yang mengalami kerusakan tersebut masih ada di lokasi. "Ini dirusak, otomatis tidak bisa berfungsi," tambahnya.
Rustandi mengungkapkan, titik CCTV yang terganggu ada di kawasan Pasteur, Paskal, Cihampelas, dan Tamansari. "Dampaknya dari Pasteur sampai sini keputus CCTV dan jaringannya," ujarnya.
Disinggung tindak lanjut ke depan agar kotak itu tidak dirusak lagi jika ada aksi anarkis yang sama, pihaknya berencana akan menambah rangka besi. "Mungkin nanti dikrangkeng, biar tidak jebol seperti ini, rencananya. Tetap harus di sini, cuman bakal dikerangkeng," ujarnya.
Sementara untuk jumlah CCTV yang terdampak mencapai 20 unit. "Banyak di Pasteur aja ada empat, sekitar 20-an," pungkasnya.
(wip/sud)
