Cahaya Istimewa yang Muncul di Langit Jonggol Bogor

Cahaya Istimewa yang Muncul di Langit Jonggol Bogor

Andry Haryanto - detikJabar
Jumat, 01 Mei 2026 19:55 WIB
Fenomena alam di langit Jonggol Bogor
Fenomena alam di langit Jonggol Bogor (Foto: Istimewa).
Bogor -

Langit Jonggol siang itu tidak sepenuhnya cerah, namun belum benar-benar muram. Sekitar pukul 14.22 WIB, Jumat (1/5/2026), awan menggantung dalam komposisi yang tak biasa. Sebagian gelap, sementara sebagian lain masih ditembus cahaya. Di tengah kondisi setengah mendung itu, semburat warna muncul perlahan menyerupai pelangi, meski tidak berada di lengkungan yang lazim.

Fenomena tersebut pertama kali disadari oleh Ahmad Baehaqy Pratama, pemuda berusia 21 tahun, saat melintas di Jalan Jeprah, Jonggol. Ia tengah mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang ketika pandangannya tertarik ke sisi langit sebelah kanan.

"Belum hujan, tapi di sebelah kanan kayak ada pelangi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warna itu tampak samar namun membentuk spektrum yang jelas, seperti bias cahaya yang menempel di awan. Fenomena ini bukan pelangi utuh yang muncul setelah hujan, melainkan serpihan warna yang muncul di sela-sela langit yang belum sepenuhnya gelap.

Ahmad mengaku tidak langsung berhenti. Ia terus melaju meski sesekali melirik ke arah langit. Saat itu, kondisi bahan bakar motornya sudah menipis, memaksanya tetap fokus untuk segera sampai ke tujuan.

Namun, sekitar 40 menit kemudian, saat perjalanan masih berlangsung, fenomena tersebut ternyata belum sepenuhnya hilang. Di beberapa titik jalan, kerumunan warga mulai terlihat berkumpul.

"Banyak warga yang foto, malah hampir mau macet. Pada berhenti, turun dari motor buat motoin," katanya.

Pemandangan di jalan pun berubah. Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan, sementara sebagian lain memilih menepi. Mereka mengarahkan kamera ponsel ke langit, mencoba menangkap momen langka tersebut. Aktivitas lalu lintas sempat tersendat, bukan karena kecelakaan, melainkan akibat rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat.

Berdasarkan laman https://www-nesdis-noaa-gov yang dikelola Departemen Perdagangan Amerika Serikat, fenomena yang terlihat itu diduga sebagai awan pelangi atau cloud iridescence. Ini merupakan peristiwa optik yang terjadi ketika cahaya matahari terhambur oleh tetesan air atau kristal es kecil di dalam awan.

Warna-warna yang muncul sering kali tidak membentuk lengkungan sempurna seperti pelangi biasa, melainkan menyebar mengikuti bentuk awan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Berburu Fashion dan Baju Keren di Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads