Dedi Mulyadi Perintahkan Pengamanan Total Perlintasan KA di Jabar

Dedi Mulyadi Perintahkan Pengamanan Total Perlintasan KA di Jabar

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 01 Mei 2026 17:01 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Dok. Pemprov Jabar).
Bandung -

Tragedi maut di perlintasan kereta Bekasi Timur mendapat perhatian serius pemerintah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh perlintasan kereta di Jawa Barat diamankan, mulai dari pemasangan palang pintu hingga sistem otomatis berbasis digital.

Permintaan itu muncul setelah insiden maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang. Salah satu sorotan utama adalah perlintasan sebidang yang dijaga secara manual oleh warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi menegaskan hal seperti itu tak lagi bisa dipertahankan. Ia menginginkan seluruh perlintasan sebidang di Jabar memiliki palang pintu otomatis demi meminimalkan kejadian serupa.

"Bukan hanya untuk wilayah Kota Bekasi, seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat harus menggunakan pintu lintasan otomatis, baik pintu lintasan yang jalannya resmi maupun tidak resmi. Karena kalau ada musibah, tidak pernah bertanya musibah mana jalan resmi dan mana jalan tidak resmi," ucap Dedi, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, sistem otomatis jauh lebih andal dibandingkan penjagaan manual yang rentan terhadap kelelahan dan kelalaian manusia. Dengan sistem digital, respons bisa konsisten dan risiko kecelakaan ditekan secara signifikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar menyebut langkah ini sudah mulai berjalan. Sejumlah pembangunan palang pintu dan pos jaga telah dilakukan, salah satunya di Garut, serta tengah disiapkan di Sukabumi melalui kajian perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED).

"Kami pun membuka opsi bantuan keuangan (bankeu) untuk pembangunan palang pintu kereta api pada ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota," kata Dhani.

Pemprov Jabar juga menyiapkan solusi jangka panjang, yakni menghapus perlintasan sebidang lewat pembangunan flyover dan underpass. Total ada 16 titik yang direncanakan, tersebar di Bekasi, Karawang, Bandung, Cimahi, Garut, hingga Bogor dan Cirebon.

"Kami prioritas pembangunan flyover/ underpass di perlintasan kereta api dengan jalur ganda (double track) dan volume lalu lintas tinggi, untuk usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada Bappeda Provinsi Jawa Barat dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat," ujar Dhani.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pramono-Dedi Mulyadi Asyik Ngobrol di Acara Rapat Koordinasi KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads