Perlintasan kereta api atau perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih banyak yang belum dilengkapi palang pintu otomatis, sehingga masih mengandalkan tenaga manusia.
Salah satunya perlintasan sebidang di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat. Titik tersebut merupakan lokasi kecelakaan maut antara KA Feeder dengan satu unit minibus pada 14 Desember 2023.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kecelakaan itu, desakan pemasangan palang pintu otomatis di titik tersebut mengemuka. Akhirnya, perlintasan sebidang yang sebelumnya tanpa penghalang itu dipasangi palang pintu, meski masih manual. Tiga tahun berselang, rencana pemasangan palang pintu otomatis di lokasi tersebut tak kunjung terealisasi.
"Di KBB ada beberapa (perlintasan sebidang tanpa palang pintu otomatis), di Cilame, kemudian di Bojong Koneng, ada juga di beberapa titik lainnya. Cuma yang diusulkan dipasang di Cilame ini saja, sisanya belum," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandung Barat, Mochamad Ridwan Evi saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Ridwan mengatakan, saat ini rencana pemasangan palang pintu otomatis di perlintasan sebidang tersebut baru memasuki tahap kajian dan penyusunan Detail Engineering Design (DED).
"Sedang kajian, karena kami harus koordinasi lagi dengan provinsi dan PT. KAI. Memang dari KAI itu kewenangan pemda, cuma kan kami juga harus tahu DED di situ seperti apa. Apakah hanya bangunan saja, atau dengan perangkat pintunya," ujar Ridwan.
Jika rencana tersebut terealisasi, aspek lain yang wajib dipenuhi adalah ketersediaan petugas jaga bersertifikasi karena sistemnya akan terkoneksi langsung dengan persinyalan PT KAI.
"Kemudian kan petugasnya harus bersertifikasi, lalu harus terkoneksi dengan sinyal dari PT KAI. Nah itu yang sedang kami bahas. Sekarang pak sekdis sedang menghadap ke provinsi untuk pembahasan pemasangan palang pintu otomatis di situ," ucap Ridwan.
Opsi lain yang bisa diambil untuk meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut adalah pembangunan underpass maupun flyover.
"Kemudian apakah bisa dengan underpass atau flyover? Sejauh ini belum ada pembahasan ke arah sana," ucap Ridwan.
(orb/orb)
