3 Ciri-ciri Teh Basi yang Kerap Diabaikan

3 Ciri-ciri Teh Basi yang Kerap Diabaikan

Dita Aliccia Armadani - detikJabar
Jumat, 01 Mei 2026 06:00 WIB
Ilustrasi kantong teh celup
Ilustrasi kantong teh celup (Foto: Getty Images/iStockphoto/megaflopp)
Bandung -

Teh yang sudah diseduh ternyata tidak selalu aman dikonsumsi dalam waktu lama. Minuman ini juga bisa mengalami penurunan kualitas hingga menjadi basi, dan ada beberapa ciri yang dapat dikenali.

Pencinta teh, Oza Sudewo, menjelaskan bahwa kondisi basi hanya terjadi setelah teh diseduh. Sementara dalam bentuk daun kering, teh tidak disebut basi, melainkan hanya melewati masa terbaik untuk dikonsumsi atau best before.

Oza kemudian memaparkan sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk mengenali teh yang sudah tidak layak diminum. Berikut beberapa tandanya, seperti dikutip dari Instagram ozasudewo (23/4):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1.Rasa berubah jadi asam

Ciri pertama yang paling mudah dikenali adalah perubahan rasa. Teh yang menurun kualitasnya akan terasa asam, meski tidak sekuat makanan basi pada umumnya. Perubahan ini terjadi karena proses fermentasi alami saat teh dibiarkan terlalu lama. Dalam beberapa kasus, rasa asam ini bahkan bisa terasa seperti minuman tertentu.

"Gue pernah ada satu kejadian... ini rasanya kok kayak ice lychee tea ya," ujar Oza. Meski terasa unik dan seolah masih bisa diminum, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena menandakan kualitas teh sudah berubah.

ADVERTISEMENT

2.Muncul buih dan sensasi seperti soda

Ciri berikutnya adalah munculnya buih atau sensasi bersoda. Ini menunjukkan proses fermentasi sudah berlangsung lebih lama dan tidak terkontrol. Berbeda dengan kombucha yang melalui fermentasi terkontrol, teh basi mengalami fermentasi liar. Karena itu, kondisi ini sebaiknya dihindari dan teh tidak dikonsumsi.

"Kalau ini kan nggak terkontrol, kamu gak tahu bakteri apa yang ada di dalam," jelas Oza.

3. Warna menjadi lebih keruh

Perubahan visual juga bisa menjadi tanda. Teh normal biasanya memiliki tingkat kejernihan (clarity), meskipun warnanya bisa berbeda tergantung kualitasnya.

Namun, ketika basi, tampilannya akan jauh lebih keruh. Oza menjelaskan, warnanya akan menjadi jauh lebih keruh saat sudah basi.

Ia juga menekankan bahwa warna bukan satu-satunya patokan. Dalam pengalamannya, teh yang disimpan di kulkas hingga beberapa hari bisa terlihat keruh, tetapi rasanya belum tentu rusak. Meski ada beberapa indikator, rasa tetap menjadi parameter utama. Jika rasa sudah berubah, sebaiknya teh tidak lagi dikonsumsi.

Artikel ini telah tayang di detikFood. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads