Mimpi Dimulai, Atlet Muda Sukabumi Digembleng 2 Legenda Bulu Tangkis

Mimpi Dimulai, Atlet Muda Sukabumi Digembleng 2 Legenda Bulu Tangkis

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 16:28 WIB
Hariyanto Arbi dan Flandy Limpele saat tanding dengan siswa di Sukabumi
Hariyanto Arbi dan Flandy Limpele saat tanding dengan siswa di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Dua legenda bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi dan Flandy Limpele, berbagi pengalaman dan ilmu kepada atlet muda dalam kegiatan Porismas (Pekan Olahraga Integrasi Siswa dan Masyarakat) 2026 di Sukabumi. Kegiatan ini disambut antusias para pelajar yang ingin mengasah kemampuan di cabang olahraga tepok bulu.

Keduanya bukan nama sembarangan di dunia bulu tangkis. Hariyanto Arbi dikenal sebagai salah satu tunggal putra terbaik Indonesia dengan sederet prestasi, di antaranya juara All England Open 1993 dan 1994 serta gelar Kejuaraan Dunia BWF 1995. Ia juga menjadi bagian penting tim Indonesia saat merebut Piala Thomas pada era 1990-an.

Sementara itu, Flandy Limpele merupakan spesialis ganda yang pernah meraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004. Ia juga mencatatkan berbagai prestasi di level internasional serta menjadi andalan Indonesia di nomor ganda dalam sejumlah kejuaraan beregu maupun individu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hariyanto menilai kegiatan seperti ini sangat positif untuk menjaring bibit atlet sejak dini. Ia mendorong pemerintah daerah turut memberi dukungan agar pembinaan bisa berjalan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Ya, ya bagus ya kegiatannya, mestinya pemerintah daerah juga dukung kegiatan kayak gini ya. Jadi memang anak-anak SMA dibiasakan ikut kompetisi supaya cari bibit-bibit bulu tangkis yang handal ya buat Indonesia," ujar Hariyanto di GOR Dojo, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Rabu (29/4/2026).

Namun, ia melihat kemampuan para siswa masih perlu banyak diasah. Menurutnya, latihan di sekolah saja belum cukup untuk mencapai prestasi tinggi.

"Kalau lihat sih masih ini ya, masih perlu banyak latihan lagi ya. Mungkin beberapa kalau tadi saya lihat kan masih mungkin cuma ekstrakurikuler di sekolah aja ya. Kalau mau berprestasi kan mesti harus ikut ke pelatihan di klub gitu baru bisa berkembang permainannya," katanya.

Dalam sesi coaching clinic, Hariyanto juga berpesan agar para atlet muda tidak mudah menyerah saat mengalami kegagalan.

"Gagal itu jangan menjadi satu keputusasaan lah. Gagal itu salah satu proses kita untuk lebih baik lagi. Karena kalau kita disiplin, kerja keras ya, perlu ada gagal, ada bangkit, ada kalah, ada menang lagi," tuturnya.

Ia menambahkan, hingga kini dirinya masih aktif di dunia bulu tangkis dan turut hadir dalam kegiatan eksibisi pada beberapa acara lainnya.

Sementara itu, Flandy Limpele mengaku senang bisa terlibat langsung melihat potensi atlet muda di Sukabumi. Ia menilai kemampuan para peserta cukup merata.

"Ya bagus-bagus juga, kelihatannya kelasnya hampir samalah semua gitu," ucap Flandy.

Menurutnya, sejumlah pemain bahkan sudah menunjukkan bakat yang menjanjikan, meski tetap perlu pembinaan lebih lanjut. "Ya bagus juga, saya lihat main mereka tuh kayaknya ada bakatlah. Cuma mungkin masih harus terus diasah," katanya.

Flandy pun berpesan agar para siswa terus berlatih dan berani bermimpi besar menembus level tertinggi.

"Siapa tahu kan mimpi mereka bisa masuk Pelatnas, bisa main buat Olimpiade, buat kejuaraan dunia. Semoga, kita nggak tahu kan masa depan mereka nanti," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Dirin menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dalam membangun potensi generasi muda melalui olahraga.

"Ini jadi salah satu bentuk kontribusi dari Setukpa kepada Kota dan Kabupaten Sukabumi, bahwa kami akan terus berusaha untuk mengambil inisiatif yang aktif membangun, salah satunya dari bidang olahraga," ujarnya.

Ia berharap melalui Porismas dapat lahir atlet-atlet berbakat yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional. Kehadiran legenda dunia seperti Hariyanto Arbi, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para peserta.

Selain bulu tangkis, Porismas juga mempertandingkan sejumlah cabang lain dengan total puluhan peserta. Antusiasme masyarakat, khususnya kalangan muda, dinilai sangat tinggi.

"Jadi akan sangat disayangkan apabila ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun mereka, daripada main geng motor, mabuk-mabukan, tawuran, lebih baik salurkan yang positif," katanya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads