Raja Inggris Charles III menyampaikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat dalam rangkaian kunjungannya. Dalam pidato tersebut, Raja Charles mendesak AS untuk tetap teguh bersama sekutu-sekutu Barat di tengah dinamika geopolitik global.
Seruan itu disampaikan seiring meningkatnya ketegangan terkait Iran dan konflik di Ukraina yang dinilai berisiko memengaruhi hubungan transatlantik dalam beberapa tahun terakhir.
"Tantangan yang kita hadapi terlalu besar untuk ditanggung oleh satu negara saja," katanya dalam pidatonya di Kongres AS, dilansir AFP, Rabu (29/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raja Charles juga menyerukan agar negara-negara mitra tetap membela nilai-nilai bersama yang menjadi fondasi hubungan internasional.
"Apa pun perbedaan kita, apa pun ketidaksepakatan yang mungkin kita miliki, kita bersatu dalam komitmen kita untuk menegakkan demokrasi," kata raja kepada para anggota parlemen.
Pidato tersebut berlangsung dalam momentum peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika dari Inggris. Dalam kesempatan itu, Charles menegaskan kuatnya ikatan historis antara kedua negara, dengan menyebut kemitraan tersebut lahir dari perselisihan, tetapi tidak menjadi kurang kuat karenanya.
"Saya berdoa dengan sepenuh hati agar aliansi kita terus membela nilai-nilai bersama kita... dan agar kita mengabaikan seruan untuk semakin menutup diri," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi konflik yang berlangsung.
Ia mengatakan tekad yang tak tergoyahkan diperlukan untuk membela Ukraina dan rakyatnya yang paling berani -- untuk mengamankan perdamaian yang benar-benar adil dan abadi.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.
(fca/sud)
