DP3A Pantau Daycare di Bandung Antisipasi Kasus Kekerasan Anak

DP3A Pantau Daycare di Bandung Antisipasi Kasus Kekerasan Anak

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 20:30 WIB
Ilustrasi anak mengerjakan PR dengan kertas besar
Ilustrasi anak (Foto: Grok AI).
Bandung -

Kasus kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha Jogja kini sedang jadi sorotan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung pun memastikan akan terus memantau tempat-tempat penitipan anak untuk mencegah munculnya peristiwa serupa.

Kepala DP3A Kota Bandunh Uum Sumiati mengatakan, dari hasil pemantauan, ada 40 daycare di Bandung yang telah beroperasi. Masalahnya, kata dia, baru 13-14 daycare yang mendapat predikat ramah anak versi DP3A.

Ini terjadi karena kewenangan perizinan daycare kata Uum berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. Kemudian, perizinan tersebut juga dikeluarkan instansi lain seperti Kementerian Sosial hingga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada prinsipnya itu ada pokok-pokoknya yang sama dari sisi perizinan, persyaratan dan sarana prasarananya. Cuma mungkin kalau di kami, dari KemenPPPA, kita tugasnya memberikan untuk standarisasi yang ramah anak," kata Uum, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Salah satu kelebihannya perbedaan dari kementerian yang lain, kita harus punya psikolog yang harus yang bisa dibuat untuk konseling bagi anak-anak yang bermasalah. Agar tidak terjadi seperti di Jogja itu yang kekerasan," ungkapnya menambahkan.

Uum menyatakan, puluhan daycare di Kota Bandung sedang berproses mendapat predikat ramah anak. DP3A pun bertugas memberi pendampingan supaya persyaratan yang wajibkan tersebut dipenuhi oleh pengelola.

"Mungkin ada beberapa hal juga yang agak menghambat. Tapi pada umumnya, layanannya mah standar sudah berjalan. Jadi kami memang hanya melakukan pendampingan itu, mayoritas masih berupaya menuju itu (ramah anak)," ujarnya.

Meskipun demikian, Uum memastikan hingga sekarang belum menerima laporan dugaan kekerasan anak di lingkungan daycare. Ia pun berharap ke depannya para pengelola daycare di Kota Bandung terus meningkatkan layanan sebagai tempat penitipan yang ramah anak.

"Sejauh ini yang yang kami pantau dan yang coba kita cek ke UPT PPA itu belum, mudah-mudahan tidak ada. Tidak ada orang tua yang melapor karena anaknya mendapat kekerasan," pungkasnya.



(ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads