Jabar Hari Ini: Gangguan Perjalanan KA Imbas Tragedi Maut Bekasi

Jabar Hari Ini: Gangguan Perjalanan KA Imbas Tragedi Maut Bekasi

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB
Penumpang menunggu kedatangan kereta rel listrik (KRL) di peron Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026). Perjalanan KRL Blue Line relasi Jakarta–Cikarang sementara hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
Imbas Kecelakaan, KRL ke Cikarang Berakhir di Bekasi. Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 28 April 2026 dari mulai perjalanan kereta api dari Bandung ke Jakarta terganggu hingga Susi Pudjiastuti jadi Komisaris Utama Independen BJB.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

19 Kereta Batal Berangkat Imbas Kecelakaan KA di Bekasi

Pembatalan perjalanan kereta api jarak jauh bertambah sebagai dampak dari kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, hari ini. Pembatalan ini dilakukan untuk mendukung proses evakuasi dan memastikan keselamatan perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai dampak dari kejadian ini, sejumlah perjalanan kereta api mengalami penyesuaian. KAI juga memberikan pengembalian bea tiket 100%, bagi pelanggan terdampak," tulis KAI.

Mengutip info resmi KAI, setidaknya hari ini ada 19 Kereta yang dibatalkan:

ADVERTISEMENT
  • 117B KA Gunungjati Cirebon-Gambir
  • 56F-53F KA Purwojaya Cilacap - Gambir
  • 58F-59F KA Purwojaya Gambir-Cilacap
  • 143B KA Madiun Jaya Madiun-Pasarsenen
  • 17 KAArgo Sindoro Semarang Tawang-Gambir
  • 75B KA Mataram Solo Balapan-Pasarsenen
  • 163 KA Gumarang Surabaya Pasarturi- Pasarsenen
  • 149 KA Singasari Blitar-Pasarsenen
  • 94-91 KA Jayabaya Malang - Pasarsenen
  • 61B KA Manahan Solo Balapan- Gambir
  • 257 KA Progo Lempuyangan-Pasarsenen
  • 29F KA Argo Anjasmoro Surabaya Pasarturi-Gambir
  • 175 KA Menoreh Semarang Tawang-Pasarsenen
  • 138 KA Parahyangan Gambir-Bandung
  • 137 KA Parahyangan Bandung-Gambir
  • 20A KA Argo Muria Gambir-Semarang Tawang
  • 21A KA Argo Muria Semarang Tawang-Gambir
  • 2B KA Argo Bromo Anggrek Gambir-Surabaya Pasarturi
  • 3B KA Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasirturi-Gambir.

"KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi serta mengupayakan pemulihan perjalanan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan," tulis KAI.

Insiden kecelakaan ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan 14 penumpang meninggal dan 84 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Pakar Soroti Faktor Sinyal di Tragedi Maut Tabrakan Kereta Bekasi

Kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL Commuter Line pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB, hingga menyebabkan 14 orang meninggal dunia.

Pakar Transportasi ITB Sony Sulaksono Wibowo pun turut menyoroti faktor sinyal peringatan di tragedi maut tersebut. Sebab diketahui, sebelum kejadian, sebuah taksi Green SM terlebih dahulu tertemper KRL.

"KNTT menang lagi menginvestigasi, cuma pertanyaan yang sederhana, katanya sih, kenapa taksi itu bisa mogok? Karena itu taksi listrik ya, mobil listrik bisa mogok di tengah jalan rel. Terus ada dugaan karena ini mobil listrik, mogoknya dia di tengah jalan rel yang kemungkinan mempengaruhi sinyal," katanya hari ini.

Menurutnya, PT KAI seharusnya sudah mengantisipasi kejadian ini dengan mengirim sinyal emergency. Namun kata dia, muncul dugaan sinyal peringatan itu menjadi terganggu akibat tabrakan KRL dengan taksi listrik tersebut.

"Ada dugaan persinyalannya menjadi terganggu, ini yang lagi diinvestigasi. Karena ini kalau mobil biasa kan sebenarnya enggak masalah, tabrak terus kemudian ada peringatan ke belakangnya," ungkapnya.

Sony pun menyarankan supaya PT KAI membuat mitigasi jika ada kejadian mobil yang tertemper kereta api. Kondisi ini harus jadi perhatian supaya tragedi serupa tak terulang kembali.

"Kayaknya ini perlu jadi perhatian, ya. Terus yang kedua juga harus ada emergency signal. Kalau sudah ditabrak kan yang bisa dibatalkan lebih otomatis. Tidak harus manual dilakukan oleh kepala stasiun. Mereka harus mengingatkan kereta-kereta api sebelum dan setelahnya. Harusnya secara otomatis ada seperti itu," pungkasnya

Mayat Wanita Penuh Luka Ditemukan di Rongga Bandung Barat

Warga Kampung Ciceuri, RT 01/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikejutkan oleh penemuan mayat seorang wanita paruh baya di dalam rumahnya.

Korban bernama Cicih Rohaeti itu ditemukan pada Senin (27/4/2026) petang. Di tubuh wanita berusia 54 tahun itu ditemukan sejumlah luka. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.

"Betul kami menerima laporan terkait penemuan sesosok jenazah perempuan di rumahnya. Anggota sudah melakukan pengecekan dan evakuasi," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi hari ini.

Berdasarkan hasil olah TKP Tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi, ditemukan sejumlah luka yang diduga bekas kekerasan pada tubuh Cicih. Salah satunya adalah luka akibat hantaman benda tumpul di area wajah, tepatnya di dekat mata sebelah kiri.

"Ada luka lebam di wajah, kemudian luka robek di bibir, gigi bagian bawah rontok, pergelangan lengan sebelah kiri diduga patah, serta luka lebam di bagian lengan kiri dan kaki kiri," jelas Gofur.

Jasad Cicih pertama kali ditemukan oleh adiknya. Saksi merasa curiga lantaran seharian korban tidak terlihat keluar rumah. Gorden rumah korban yang tertutup rapat semakin menambah kecurigaan pihak keluarga.

"Jadi saksi merasa aneh karena tidak melihat korban keluar rumah selama seharian. Ditambah hingga sore hari gordin rumahnya tertutup dan posisi pintu terkunci," ungkap Gofur.

Saksi kemudian masuk ke rumah korban melalui pintu warung. Saat memeriksa bagian kamar, saksi mendapati korban dalam posisi terbaring dengan wajah tertutup dua bantal.

"Saksi mengira korban sedang tidur karena wajahnya ditutup bantal, kemudian dua bantal itu ditarik terlihat wajah korban sudah memar dan ada pula di leher. Korban mengenakan kaos namun bagian bawahnya hanya bercelana dalam," kata Gofur.

Saat ini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

"Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan visum et repertum. Jadi penyebabnya pastinya masih menunggu hasil dari tim dokter Rumah Sakit Sartika Asih," pungkas Gofur.

7 Orang Ditangkap gegara Serang Pelajar dengan Molotov di Sukabumi

Keheningan malam di Kampung Benteng Tengah, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi mencekam pada Minggu (26/4) dini hari.

Sebuah perselisihan sepele berujung pada aksi kekerasan brutal menggunakan bom molotov yang mengakibatkan seorang pelajar, MZ (16), menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

Pihak Kepolisian Resor Sukabumi bergerak cepat menangani perkara ini. Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk meringkus para pelaku yang ternyata didominasi oleh anak di bawah umur.

Penangkapan ini menjadi penegasan polisi dalam menekan aksi premanisme dan penggunaan senjata berbahaya di wilayah hukum Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyatakan, penangkapan ini dilakukan segera setelah penyidik mendapatkan identitas para pelaku berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara.

"Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan. Alhasil, dalam waktu singkat kami berhasil mengamankan tujuh orang tersangka yang terlibat langsung dalam aksi penyerangan tersebut. Kami berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan, terlebih yang melibatkan senjata tajam dan bahan berbahaya seperti bom molotov," kata Samian, melalui keterangan tertulis, Senin (27/4) malam.

Aksi penyerangan ini bukanlah tanpa latar belakang. Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono mengungkapkan, insiden ini berakar dari ketersinggungan salah satu rekan pelaku yang merasa diintimidasi saat sedang membeli rokok di area tersebut beberapa jam sebelum kejadian.

Adanya aduan tersebut memancing solidaritas yang keliru dari kelompok pelaku. Mereka lantas menghimpun kekuatan dan menyiapkan berbagai senjata tajam serta bom molotov untuk mendatangi lokasi tongkrongan korban.

"Awalnya rekan tersangka mengadu karena merasa diintimidasi oleh kelompok korban. Merespons aduan tersebut, para pelaku kemudian menyiapkan senjata. Tersangka HA dan IM membawa bom molotov, sementara lima lainnya membekali diri dengan berbagai jenis senjata tajam seperti samurai, gobang, corbek, dan celurit," jelas Hartono.

Ketujuh orang yang diamankan polisi adalah HA (19), IM (16), MN (15), AP (16), MA (15), AL (16), dan MS (16). Saat tiba di lokasi, mereka tidak memberikan kesempatan bagi kelompok korban untuk membela diri.

Dua pelaku utama segera melempar molotov, sementara sisanya menghalau warga dengan senjata tajam agar tidak mendekat.

"Lemparan molotov tersebut mengenai korban, Muhamad Ade Zidan, hingga mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Sementara pelaku lainnya bertugas mengacungkan senjata tajam untuk menakut-nakuti kelompok korban," tambah Hartono.

Saat ini, ketujuh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sukabumi. Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa berbagai jenis senjata tajam dan pakaian milik korban yang terbakar.

Akibat tindakan tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 307 ayat (1) serta Pasal 466 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka disangkakan telah melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap anak di bawah umur serta membawa senjata tajam tanpa izin.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur, dengan tetap memperhatikan ketentuan sistem peradilan pidana anak bagi para tersangka yang masih di bawah umur.

Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Independen BJB

Nama Susi Pudjiastuti resmi menduduki kursi Komisaris Utama Independen Bank BJB. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung hari ini.

Selain Susi, RUPST juga menetapkan sejumlah posisi penting lainnya, termasuk Komisaris Independen Eydu Oktain Panjaitan serta Direktur Utama Ayi Subarna, bersama jajaran direksi baru Bank BJB.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan keputusan RUPST tidak hanya menyangkut pergantian pengurus, tetapi juga arah baru penguatan kinerja bank daerah tersebut.

"Keputusannya pertama deviden pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan 900 miliar deviden bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B," ujar Dedi.

Ia juga menyoroti perubahan struktur organisasi yang kini diperkuat menjadi tujuh posisi strategis, termasuk pemisahan fungsi teknologi informasi dari operasional.

"Struktur jabatan menjadi 7 karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh dia bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategic, kepentingan bisnis BJB ke depan," katanya.

Terkait penunjukan Susi, Dedi mengungkapkan prosesnya tidak langsung berjalan mulus. Namun, ia meyakini sosok Susi adalah figur yang tepat untuk memperkuat integritas lembaga.

Sementara untuk Eydu yang diketahui saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat, Dedi menyebut yang bersangkutan akan segera mengundurkan diri dari jabatannya.

"Komisaris Utama Independen awalnya dia menolak tapi akhirnya bersedia, Ibu Susi. Yang kedua Pak Eydu yang saat ini masih menjabat Kepala BPK dan nantinya akan mengikuti prosedur yaitu mengundurkan diri," ungkapnya.

"Saya sampaikan bahwa saya selalu menjunjung tinggi integritas, bagi pengelola keuangan dan komisaris keuangan harus orang-orang yang memiliki integritas. Jadi saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris," lanjut Dedi.

Ia berharap, dengan susunan baru ini, Bank BJB bisa berkembang lebih luas dan tidak hanya menjadi bank milik pemerintah daerah.

"Semoga dengan postur baru ini akan melahirkan bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank pemda tapi digemari di luar penda di seluruh wilayah Indonesia. Satu tagline yang nunggak tidak bayar bikin macet tenggelamkan," katanya.

Dedi juga optimistis seluruh jajaran yang ditetapkan akan lolos tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimis masa orang berintegritas tidak lulus," tegasnya.

Sementara itu, Susi mengaku menerima posisi ini bukan tanpa pertimbangan. Ia bahkan menyebut sempat dibujuk oleh Dedi Mulyadi sebelum akhirnya bersedia menerima tantangan tersebut.

"Iya Pak Gub ini tukang paksa jadi bujuk-bujuk. Saya juga sebagai orang Jawa Barat terpanggil dan tertantang, saya suka tantangan, saya ingin mencoba," ujar Susi.

Meski belum memiliki pengalaman langsung di sektor perbankan, ia percaya latar belakangnya sebagai pengusaha dapat memberikan kontribusi nyata.

"Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank jabar, semoga itu bisa," katanya.

Susi juga menegaskan gaya kerjanya yang lugas, apa adanya dan profesional akan tetap ia pertahankan. Yang terpenting bagi Susi, dirinya akan bersikap profesional dan menjaga integritas setelah diberi amanah menjadi Komisaris Utama Independen Bank BJB.

"Dan saya seperti ini, saya bilang sama Pak Gub (Dedi Mulyadi), harus mau terima Susi ya begini, saya maksud yang saya omong dan saya omong yang saya maksud. Saya orang profesional jadi yang saya maksud ya saya omong," ucapnya.

"Dan profesionalisme itu sangat diperlukan untuk industri keuangan. Mudah-mudahan saya bisa memberi nilai tambah di situ," sambungnya.

Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, menegaskan fokus utama manajemen ke depan adalah memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kualitas kinerja bank.

"Alhamdulillah kebetulan pengangkatan hari ini, Alhamdulillah. Dan intinya saya tetap melakukan penguatan pondasi bisnis yang ke depannya kita fokus meningkatkan kualitas aset, kualitas kredit yang harus selektif, kita akan jadikan bank transaksional ke depannya," ujar Ayi.

Ia menambahkan, kepengurusan baru ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan berkelanjutan tanpa terjebak pada capaian masa lalu.

"Ini juga menjadikan keberlanjutan dan memperbaiki ke arah lebih baik, jangan melihat ke belakang tapi harus ke depan," katanya.

Menurutnya, kombinasi komisaris dan direksi baru menjadi kekuatan penting untuk memperbaiki tata kelola perusahaan.

"Mungkin soal pemilihan direksi komisaris baru, jajaran baru Alhamdulillah ini sinergi yang luar biasa, kita ingin tata kelola diperbaiki juga dan intinya dengan kolaborasi ini jadi tantangan kami untuk memberikan yang terbaik buat stakeholder atau pemegang saham," tutupnya.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads