Kondisi Terkini Taksi Ringsek Terlibat Tragedi Maut di Bekasi Timur

Kondisi Terkini Taksi Ringsek Terlibat Tragedi Maut di Bekasi Timur

Isal Mawardi - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 14:53 WIB
Warga mengamati taksi listrik Green SM  yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz
Penampakan Taksi Listrik yang Diduga Sebabkan Tabrakan Kereta di Bekasi. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Kecelakaan kereta api yang melibatkan KA jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, menewaskan 14 orang. Insiden ini diduga bermula dari tertempernya sebuah taksi Green SM di perlintasan rel.

Pantauan di lokasi kejadian pada Selasa (28/4/2026) menunjukkan bangkai taksi berkode CT11271 berada di tepi rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Kendaraan berwarna hijau toska itu tampak ringsek parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagian pintu depan kiri taksi terlihat penyok. Spion kendaraan tergantung dengan kaca yang sebagian besar telah pecah. Sementara itu, kaca depan mengalami retak di beberapa bagian. Sejumlah warga tampak mendekati lokasi untuk melihat kondisi kendaraan, termasuk bagian dalam taksi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap operasional taksi Green SM.

ADVERTISEMENT

"Setiap terjadi kecelakaan pasti akan kami lakukan evaluasi sehingga harapannya kita belajar dari apa yang terjadi kita perbaiki ke depannya," ujar Dudy dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga membuka kemungkinan evaluasi kebutuhan jalur double-double track di Stasiun Bekasi Timur. Saat ini, jalur tersebut masih digunakan bersama oleh KA jarak jauh dan KRL.

"Tentunya sebagai bagian evaluasi kami, double-double track itu ya (masuk evaluasi), termasuk juga elektrifikasi," sambungnya.

Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam. Selain 14 korban meninggal dunia, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Insiden bermula ketika KRL berhenti di jalur karena adanya gangguan di perlintasan, setelah sebuah taksi tertemper kereta lain. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo menabrak rangkaian KRL dari belakang.

Benturan keras menyebabkan gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL robek setelah ditembus rangkaian KA Argo Bromo.

Proses evakuasi korban telah selesai dilakukan. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mayjen TNI M Syafii, menyatakan seluruh korban yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin perempuan.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Syafii.

Ia menambahkan proses evakuasi rampung pada pukul 08.00 WIB. Seluruh tim SAR telah dipulangkan setelah operasi selesai.

Syafii juga menyampaikan bahwa apabila ditemukan bagian tubuh korban saat proses pembersihan bangkai kereta, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(isa/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads