Tumpukan sampah kembali menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (28/4/2026). Sampah tersebut menutupi sebagian badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Pantauan detikJabar di lokasi, sampah berserakan hingga menumpuk layaknya perbukitan dan menimbulkan bau tidak sedap. TPS tersebut berada tepat di belakang Pasar Baleendah.
Berbagai jenis sampah menumpuk di lokasi tersebut, mulai dari limbah sayuran, plastik, hingga barang bekas lainnya. Sampah rumah tangga juga tampak dibuang ke TPS itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumpukan sampah tersebut menggunung dengan ketinggian mencapai 1 meter. Sampah itu meluber hingga ke sudut jalan alternatif warga yang menuju area pasar.
Terlihat beberapa tumpukan sampah masih tertahan di gerobak dan belum dipindahkan. Di lokasi juga tampak spanduk bertuliskan larangan membuang sampah ke lokasi tersebut.
"Kondisi Pasar Baleendah sudah 2 bulan belum ada penarikan yang maksimal. Baru habis lebaran yang lalu ada penarikan sekitar 6 tronton ini belum maksimal," ujar Ketua Pengelola TPS Pasar Baleendah, Indra Sukoco, saat ditemui di lokasi.
Dia menduga penumpukan sampah terjadi akibat adanya pembatasan pengiriman oleh dinas terkait, sehingga sampah belum bisa diangkut ke TPPAS Sarimukti.
"Ini terkendala bahwa kuota Kabupaten Bandungdibatasin 1 hari 280 ton, biasanya bisa mencapai 1000 ton per hari. Jadi untuk saat ini belum bisa ditarik, jadi akhirnya over seperti ini," katanya.
Tumpukan sampah di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar). |
Indra menjelaskan, sampah tersebut berasal dari masyarakat di beberapa RW di Kecamatan Baleendah. Selain itu, sumber sampah berasal dari warga yang membuang sampah saat berbelanja.
"Jadi ini sumbernya ada berapa warga yang ikut membuang di sini, ada sekitar 10 RW, dan ada pembuangan liar yang ikut membuang di sini. Seperti pedagang, konsumen, masyarakat yang membuang di sini pembuangan liar," jelasnya.
Dia memprediksi sampah tersebut perlu diangkut dengan sedikitnya 15 truk. Saat ini, pihaknya tengah menyosialisasikan penutupan pembuangan sampah ke lokasi tersebut.
"Hari ini sosialisasi ke seluruh pihak yang membuang sampah disini dan ke RW-an, mulai diperlakukan besok. Jadi tidak berlaku untuk pembuangan lagi, saya setop selama belum ada penarikan. Solusinya saya akan kembalikan ke RW-an, Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas terkait," ucapnya.
Indra menyebut saat ini pihaknya telah membentuk tim beranggotakan 10 orang untuk melakukan penjagaan. Tim tersebut disiagakan guna mengantisipasi warga yang nekat membuang sampah.
"Saya bentuk tim, ada 10 personil, saya bagi 3 sip, 24 jam untuk penjagaan. Saya sudah koordinasi dengan wilayah Polsek dan Koramil, Satpol PP untuk kolaborasi saling menjaga biar patroli. Di sini ada penjagaan mulai besok, saya berlakukkan 24 jam penjagaan rolling," tegasnya.
Dia ingin TPS tersebut hanya digunakan oleh para pedagang. Sementara warga dan pihak lain disarankan membuat TPS di wilayah masing-masing.
"Keinginan saya TPS Pasar Baleendah ini dikembalikan fungsinya untuk Pedagang Pasar Baleendah dan untuk yang ikut membuang di sini warga dan RW disekitar Pasar Baleendah saya kembalikan ke dinas terkait untuk dikelola masing-masing," pungkasnya.
(mso/mso)

