Maut di Gerbong Khusus Wanita Kala Agro Bromo Merobek KRL

Maut di Gerbong Khusus Wanita Kala Agro Bromo Merobek KRL

Tim detikcom - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 13:40 WIB
Pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, petugas gabungan terus melakukan penelusuran terhadap gerbong yang mengalami kerusakan parah, Selasa (28/4/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal di dalam rangkaian kereta yang ringsek.
Pascakecelakaan Bekasi Timur, Petugas Telusuri Gerbong Ringsek (Foto: Nasywa Fauziah)
Bekasi -

Malam di Stasiun Bekasi Timur seharusnya berjalan seperti biasa. Rel-rel panjang membelah kota, membawa pulang para penumpang yang lelah setelah seharian beraktivitas. Namun Senin (27/4/2026) malam itu, suasana berubah menjadi mimpi buruk.

Sebuah dentuman keras memecah keheningan. Dalam hitungan detik, gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL yang tengah berhenti, berubah menjadi ruang paling mengerikan di jalur itu.

Gerbong yang seharusnya menjadi ruang aman bagi perempuan, justru menjadi titik paling fatal saat KA Argo Bromo Anggrek menghantam dari belakang. Besi terlipat, kaca pecah, dan tubuh-tubuh terjebak di antara reruntuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi harinya, gambaran horor itu mulai terkuak. Basarnas memastikan proses evakuasi telah rampung. Namun satu fakta mencolok muncul dari puing-puing gerbong tersebut.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Kabasarnas Mayjen M Syafii kepada wartawan di lokasi seperti dikutip dari detikNews, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu menegaskan bahwa gerbong wanita menjadi pusat tragedi. Sebuah ruang yang dirancang untuk perlindungan, justru berubah menjadi lokasi paling mematikan bagi kaum Hawa di sarana publik.

Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang robek ditembus oleh KA Argo Bromo.

Evakuasi berlangsung sejak malam hingga pagi. Di antara potongan logam yang ringsek, tim SAR bekerja tanpa henti, menembus struktur gerbong yang robek. Andai ada potongan tubuh korban yang ditemukan saat proses pembersihan bangkai kereta, pihaknya akan bertindak sesuai prosedur.

"Dan itu memang harus kita lakukan," ujarnya.

Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Menteri PPPA Minta Gerbong Kereta Khusus Perempuan Dipindahkan

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong kereta khusus perempuan menjadi posisi tengah, pasca insiden kecelakaan di Stasiun KRL Bekasi Timur. Perempuan menjadi kelompok rentan yang disebutnya perlu mendapat prioritas dalam fasilitas umum, termasuk transportasi.

"Kalau dulu pertimbangannya gerbong wanita ditaruh paling depan dan paling belakang supaya tidak jadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," beber Arifah kepada wartawan, pasca mendatangi RSUD Bekasi, tempat korban dirawat, Selasa (28/4/2026).

"Jadi yang di ujung, atau paling depan dan belakang laki-laki," sambung dia.

Dalam kunjungan tersebut, Arifah melaporkan ada tiga orang meninggal dunia di RSUD Bekasi, sementara 55 korban lain mengalami luka parah. Meski seluruh korban didominasi perempuan, ada dua di antaranya merupakan pria, yang ternyata menempati gerbong ketiga dari depan, dan satu orang penumpang di Argo Parahyangan.

"Ada yang memar, patah tulang, dan lainnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Biaya pengobatan korban luka hingga pemakaman korban meninggal dunia ditanggung penuh oleh KAI bersama asuransi.

Untuk penanganan medis, korban dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya

  • RSUD Bekasi
  • RS Bella Bekasi
  • RS Primaya
  • RS Mitra Plumbon Cibitung
  • RS Bakti Kartini
  • RS Siloam Bekasi Timur
  • RS Hermina
  • RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI turut membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Masyarakat dan keluarga korban dapat memperoleh informasi melalui Contact Center KAI 121.

Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik turun penumpang. Perjalanan KRL hanya sampai Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir sudah bisa dilalui kereta dengan pengaturan terbatas.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan keluarga korban.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan optimal dan keluarga mendapatkan informasi yang dibutuhkan," ujarnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads