Pernyataan Lengkap Green SM Tanggapi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Pernyataan Lengkap Green SM Tanggapi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Dina Rayanti - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 07:58 WIB
Taksi tertemper sebelum tabrakan dua kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. akun TMC Polda Metro Jaya)
Taksi tertemper sebelum tabrakan dua kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. akun TMC Polda Metro Jaya)
Bekasi -

Perusahaan taksi Green SM buka suara terkait insiden KRL Commuter Line ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. KRL itu sebelumnya terhenti usai tertemper taksi Green SM.

Dalam rekaman video yang beredar, taksi Green SM itu terlihat tengah berada di tengah rel kereta dan kemudian ditabrak KRL Commuter Line.

Pernyataan Lengkap Green SM Indonesia

Green SM buka suara terkait insiden tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram Green SM Indonesia, perusahaan menyebut menaruh perhatian penuh atas insiden tersebut dan sudah memberikan keterangan terhadap pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi yang berlangsung. Berikut pernyataan lengkap Green SM Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

ADVERTISEMENT

Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," demikian pernyataannya.

Kronologi Singkat

Sebelumnya, KAI angkat bicara terkait kecelakaan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan KRL yang ditabrak sedang berhenti usai tertemper taksi.

"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, saat dihubungi, Senin (27/4).

Adapun akibat insiden kecelakaan kereta itu, ada tujuh penumpang meninggal dunia. Tiga orang juga masih terperangkap di dalam kereta. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan saat ini korban luka-luka dilaporkan berjumlah 81 orang. Para korban tengah dalam perawatan di rumah sakit.

"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di detikOto. Baca selengkapnya di sini.

(dry/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads