Update Insiden Kereta Bekasi, 7 Korban Jiwa dan Puluhan Luka

Update Insiden Kereta Bekasi, 7 Korban Jiwa dan Puluhan Luka

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 07:55 WIB
Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL jurusan Cikarang yang bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa
Foto: Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL jurusan Cikarang yang bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa
Bandung -

Insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan kereta jarak jauh dan KRL di wilayah Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam. Hingga kini, jumlah korban terus diperbarui seiring proses evakuasi dan penanganan yang masih berlangsung.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan bahwa korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut mencapai tujuh orang. Selain itu, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan data terbaru terkait korban kecelakaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang," ujar Bobby kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa korban luka cukup banyak dan membutuhkan penanganan medis intensif.

ADVERTISEMENT

"Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," tambahnya.

Sebagian besar korban diketahui merupakan penumpang KRL, khususnya yang berada di gerbong bagian belakang yang terdampak paling parah.

Selain korban yang telah dievakuasi, masih terdapat sejumlah penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Hingga saat ini, setidaknya tiga orang masih berada di dalam gerbong dan belum berhasil dikeluarkan.

"Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta," kata Bobby.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi gerbong yang rusak parah. Tim gabungan harus memastikan keselamatan korban maupun petugas selama proses berlangsung.

"Evakuasi ini terus terang cukup lama selama 8 jam, dan kita lakukan sangat hati-hati sekali," sambungnya.

Kronologi Awal Kecelakaan

Berdasarkan penjelasan KAI, insiden ini bermula dari gangguan di perlintasan sebidang. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa KRL sempat berhenti akibat insiden lain sebelum kecelakaan utama terjadi.

"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," jelas Franoto.

Kondisi tersebut membuat KRL tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berhenti di jalur.

Setelah KRL berhenti, situasi semakin memburuk ketika kereta jarak jauh datang dari arah belakang. Kereta tersebut adalah Kereta Argo Bromo Anggrek yang tidak sempat menghindari tabrakan.

"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuh Franoto.

Benturan keras pun tak terhindarkan, menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta, terutama di bagian belakang KRL.

Dugaan Penyebab Masih Didalami

Bobby Rasyidin menyebut bahwa kejadian ini diduga dipicu oleh gangguan awal di perlintasan yang berdampak pada sistem operasional kereta di area tersebut.

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujarnya.

Meski demikian, KAI menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby.

Dalam upaya mempercepat evakuasi, pihak KAI melakukan pemotongan pada rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah. Langkah ini diperlukan agar korban dapat segera dijangkau oleh tim penyelamat.

"Rangkaian dari Kereta Argo Bromo Anggrek telah kita lakukan pemotongan, sebagian dari rangkaian, mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi," jelasnya.

Langkah tersebut juga bertujuan untuk memulihkan jalur rel agar operasional kereta dapat kembali normal secara bertahap.

Saat ini, fokus utama pihak terkait adalah penanganan korban serta proses evakuasi yang masih berlangsung. Seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi anggota keluarga mereka.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads