Adityawarman Adil Dinobatkan Jadi Tokoh Peduli Pendidikan

Adityawarman Adil Dinobatkan Jadi Tokoh Peduli Pendidikan

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 22:20 WIB
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil. (Foto: Istimewa)
Bogor -

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Pendidikan 2026 dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Kota Bogor.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung dalam gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 JSIT Kota Bogor yang berlangsung pada Kamis (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi dan kontribusi nyata Adityawarman dalam memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di Kota Hujan.

JSIT menilai Adityawarman Adil memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan anggaran dan regulasi yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. Kepemimpinannya dianggap berhasil memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memajukan sekolah-sekolah di Kota Bogor.

ADVERTISEMENT

Adityawarman menyampaikan penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen pemangku kepentingan.

"Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Bogor," ujar Adityawarman dalam keterangan yang diterima detikJabar, Senin (27/4/2026).

Pria yang akrab disapa Kang Adit ini menekankan pembangunan sektor pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak generasi emas. Ia menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus berorientasi pada pembentukan karakter.

"Pendidikan yang baik harus mampu membentuk nilai-nilai moral dan daya saing. Kita harus memastikan seluruh anak di Kota Bogor mendapatkan akses yang merata tanpa terkecuali," tuturnya.

Lebih lanjut, Adit mengajak organisasi pendidikan seperti JSIT untuk terus berinovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global.

"Inklusivitas dan pemerataan akses adalah prioritas kita ke depan. Kita ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga siap bersaing di level internasional," pungkasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads