Plafon dua ruang kelas di SMKN 1 Soreang, Kecamatan Soreang, ambruk menimpa beberapa siswa pada Senin (27/4/2026). Peristiwa tersebut dipicu hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Pantauan detikJabar di lokasi, terdapat enam ruang kelas baru di area belakang sekolah. Plafon dua ruang kelas dari deretan bangunan tersebut ambruk hingga menimpa kursi-kursi di dalamnya.
Pihak sekolah langsung melakukan pendataan dan assessment terhadap sejumlah barang yang mengalami kerusakan. Kepolisian pun segera tiba di lokasi kejadian guna memastikan situasi tetap kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas langsung memeriksa dan memasang garis polisi di depan pintu kelas. Sementara itu, aktivitas kegiatan belajar tampak sudah sepi dan para siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 15.00 WIB. Petugas langsung bergerak ke TKP guna memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Tadi kami mendengar informasi dari warga, sehingga langsung masyarakat respon cepat ke TKP. Kita tadi khawatir jangan sampai ada siswa atau siswa yang tertimbun," ujar Aldi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Aldi menjelaskan, terdapat enam ruang kelas yang baru dibangun dan diserahterimakan oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VIII Disdik Provinsi Jawa Barat. Bangunan tersebut telah selesai dikerjakan pada Desember 2025.
"Kemudian pas saya lihat ke sini ada dua ruangan yang atapnya roboh ya," katanya.
Pihaknya mengungkapkan, saat peristiwa terjadi, sekolah tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Ketika hujan deras dan angin kencang melanda, para siswa berhamburan menyelamatkan diri.
"Tadi kita mendapat informasi dari Kepala Sekolah, di satu kelas tadi sedang ada siswanya dan terdapat lima orang siswa dan siswi yang mengalami luka-luka ringan," jelasnya.
Sebanyak lima siswa yang mengalami luka ringan langsung menjalani perawatan. Aldi menambahkan, setelah mendapatkan penanganan medis, para siswa tersebut langsung diperbolehkan pulang.
"Tadi saya sudah mengecek juga ada yang kepalanya benjol dikit, ada dari tangannya yang laki-laki itu luka karena membuka yang rubuhan itu ya menyelamatkan diri. Ditangani oleh unit kesehatan sekolah ya," ucapnya.
"Tadi ketika saya ke ruang kesehatan sekolah itu masih terdapat lima orang ya. Empat perempuan satu laki-laki. Yang laki-laki tangannya ada luka," tambahnya.
Aldi menyebutkan, lima siswa tersebut mengalami luka-luka karena berupaya menyelamatkan diri dari material plafon. Beberapa siswa lainnya dilaporkan mengalami trauma pascakejadian.
"Luka ini menurut siswa membuka atap-atap ini kan, untuk menyelamatkan diri. Sedangkan yang perempuan yang empat ini yang sedikit mengalami trauma ya, histeris kaget ya, dan ada kepala yang sedikit bengkak. Tapi secara umum semuanya terlihat masih sehat dan tadi juga minta untuk diantar pulang, katanya menggunakan mobil polisi," bebernya.
(iqk/iqk)
