Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan penyegaran dalam susunan Kabinet Merah Putih pada Senin sore, 27 April 2026. Salah satu rotasi yang menjadi sorotan adalah penunjukan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Sebelum mengemban tugas baru ini, sosok yang akrab disapa Cak Hanif tersebut menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pergeseran posisi ini merupakan bagian dari reshuffle terbatas yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 51 P Tahun 2026. Langkah ini menandai babak baru bagi karir birokrat asal Jawa Timur tersebut di level pimpinan nasional.
Mengenai pergeseran posisinya tersebut, Hanif mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah melakukan pertimbangan yang sangat matang dan mendalam. Menurutnya, Kepala Negara sangat memperhatikan dinamika yang sedang berkembang sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan penataan ulang di jajaran kabinet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertimbangan Bapak Presiden tentunya sangat mendalam dan tentunya sangat memperhatikan dinamika yang terjadi," kata Hanif dikutip dari YouTube resmi Sekretariat Presiden, Senin (27/4/2026).
Dalam peran barunya sebagai Wamenko Bidang Pangan, Hanif mengemban misi untuk mendukung penuh berbagai program prioritas pemerintah. Ia menyatakan akan langsung mulai bekerja untuk mengawal program-program strategis Presiden Prabowo, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penugasan di sektor pangan ini dinilai krusial untuk memastikan akselerasi program kesejahteraan masyarakat dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Hanif menegaskan komitmennya untuk segera memulai kerja keras di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ia berencana untuk segera meminta arahan strategis terkait langkah-langkah teknis yang harus diambil demi kemajuan bangsa.
"Kami akan langsung kerja keras, besok kami sudah mulai kerja. Semuanya, MBG dan seterusnya kita sentuh, dan kita akan meminta arahan dari Pak Menko, langkah-langkah apa yang harus kita jadikan. Insyaallah dengan kerja keras, kita ingin mengajukan yang lebih baik untuk bangsa kita," tutur Hanif.
Hanif Faisol Nurofiq (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom) |
Akar dari Bojonegoro dan Rekam Jejak Akademik
Hanif Faisol Nurofiq membawa latar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang kehutanan ke dalam jajaran pemerintahan.
- Tanah Kelahiran: Ia lahir di Bojonegoro pada 21 Maret 1971.
- Pendidikan Dasar: Menempuh pendidikan di SDN Kadipaten 2, SMPN 1, dan SMAN 1 Bojonegoro.
- Keahlian Kehutanan: Meraih gelar sarjana (S1) dan magister (S2) dari Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan, serta gelar doktor (S3) dari Universitas Brawijaya, Malang.
Meniti Karier dari Bawah di Kalimantan Selatan
Sebelum mencapai kursi menteri, Hanif memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat di lapangan, terutama di wilayah Kalimantan Selatan.
- Awal Karir: Memulai perjalanannya sebagai staf data di Kalimantan Selatan pada tahun 1993.
- Pengalaman Lapangan: Pernah menjabat sebagai Kepala Resort Pemangkuan Hutan di Pulau Laut Utara (1995-1997) hingga menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu (2014-2016).
- Kepemimpinan Provinsi: Menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan pada periode 2016-2020.
- Kenaikan Pangkat Luar Biasa: Selama bertugas di Kalimantan Selatan, ia menerima kenaikan pangkat luar biasa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan.
Inovasi 'Revolusi Hijau' dan TH2THI
Hanif dikenal publik melalui berbagai inisiatif lingkungan yang dinilai inovatif dan berdampak luas. Gerakan Revolusi Hijau: Ia merupakan penggagas program "Revolusi Hijau" di Kalimantan Selatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon dan menjaga lingkungan.
- Taman Hutan Hujan Tropis: Menginisiasi pembangunan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2THI) yang memuat puluhan spesies flora endemik dan diresmikan pada tahun 2020.
- Mitigasi Kebakaran: Menerapkan sistem buka-tutup pada saluran irigasi sebagai upaya menanggulangi kebakaran di lahan rawa gambut.
Transisi Menuju Level Nasional dan Mandat Pangan
Pengalamannya di daerah membawa Hanif ke kementerian pusat hingga akhirnya dipercaya masuk ke dalam kabinet inti Presiden Prabowo.
- Dirjen PKTL: Sebelum masuk kabinet, ia menjabat sebagai Sekretaris hingga Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) di KLHK (2020-2023).
- Menteri Lingkungan Hidup: Dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada Oktober 2024 saat pembentukan Kabinet Merah Putih.
- Wakil Menko Pangan: Pada 27 April 2026, ia resmi mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Prosesi Pelantikan di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto melantik menteri, kepala badan hingga penasihat khusus. Acara berlangsung di Istana, Senin (27/4/2026). (Foto: Eva Safitri/detikcom) |
Acara pelantikan yang berlangsung di Jakarta Pusat tersebut berjalan dengan penuh khidmat di hadapan jajaran pejabat tinggi negara.
- Sumpah Jabatan: Hanif mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Komitmen Kerja: Dalam sumpahnya, ia berjanji untuk menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya serta menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab.
- Saksi Pelantikan: Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, jajaran pimpinan MPR/DPR, para Menteri Koordinator, serta Panglima TNI dan Kapolri.
Kini, tugas berat menanti Hanif di sektor pangan, sebuah ranah yang menuntut koordinasi lintas sektor yang ketat. Pengalamannya dalam mengelola bentang alam dan kebijakan lingkungan selama puluhan tahun diharapkan menjadi modal penting untuk mengawal stabilitas serta kedaulatan pangan nasional di posisi barunya tersebut.
Simak Video "Video: Tindak Lanjut Menteri Lingkungan Hidup Evaluasi Bencana Banjir Sumatera"
[Gambas:Video 20detik] (bbp/bbp)


