Pemerintah Amerika Serikat tengah menyoroti kasus kematian dan hilangnya sejumlah ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir. Donald Trump menyatakan pemerintah akan memantau perkembangan kasus tersebut dan membuka kemungkinan adanya penyelidikan lebih lanjut.
Melansir detikInet, sejak 2022, dilaporkan sedikitnya 11 ilmuwan di AS meninggal dunia atau dinyatakan hilang. Sebagian dari mereka diketahui memiliki keterkaitan dengan program strategis, seperti luar angkasa, nuklir, dan pertahanan.
"Semoga ini hanya kebetulan. Namun, beberapa di antaranya adalah orang-orang yang sangat penting. Kami akan memantau dalam waktu dekat," ujar Trump, seperti dikutip USA Today.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan pemerintah bekerja sama dengan FBI serta sejumlah lembaga terkait untuk menyelidiki kasus ini. Langkah tersebut diambil menyusul pemberitaan media dan spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Dorongan penyelidikan juga datang dari dua anggota Partai Republik di Kongres, yakni James Comer dan Eric Burlison. Keduanya telah mengirim surat kepada sejumlah lembaga, termasuk NASA, Department of Energy, serta otoritas terkait lainnya.
Sejumlah ilmuwan yang meninggal diketahui memiliki akses terhadap informasi ilmiah sensitif. Di antaranya:
- Amy Eskridge, peneliti independen yang dikaitkan dengan riset UFO dan antigravitasi, meninggal pada 11 Juni 2022 akibat luka tembak yang disebut sebagai insiden sendiri. Kasus ini sempat ditangani FBI.
- Michael David Hicks (59), ilmuwan bidang asteroid dan eksplorasi luar angkasa dalam, ditemukan meninggal di rumahnya pada 2023, dengan penyebab yang tidak dipublikasikan.
- Frank Maiwald (61), ahli microwave radiometri di Jet Propulsion Laboratory NASA, meninggal pada 4 Juli 2024 tanpa penjelasan resmi terkait penyebabnya.
- Nuno FG Loureiro (47), pakar nuklir dari MIT, tewas ditembak di depan rumahnya pada 16 Desember 2025.
- Carl Grillmair (67), astrofisikawan yang meneliti materi gelap dan eksoplanet, meninggal akibat penembakan pada 16 Februari 2026.
- Jason Thomas (45), ilmuwan biologi kimia, sebelumnya dilaporkan hilang pada 2025 dan ditemukan meninggal di Danau Quannapowitt pada 17 Maret 2026.
Selain itu, sejumlah ilmuwan dan pejabat juga dilaporkan hilang, antara lain:
- Anthony Chavez, mantan pegawai Laboratorium Los Alamos, hilang sejak 8 Mei 2025.
- Monica Reza (60), insinyur roket NASA, hilang sejak 22 Juni 2025 saat mendaki di kawasan Gunung Waterman.
- Melissa Casias, pegawai administratif dengan akses keamanan di Los Alamos National Laboratory, hilang sejak 26 Juni 2025.
- Steven Garcia, kontraktor pemerintah di fasilitas keamanan nuklir Kansas City, hilang sejak 28 Agustus 2025.
- William McCasland (68), purnawirawan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS, hilang sejak 27 Februari 2026 di wilayah New Mexico.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi terkait keterkaitan antarperistiwa tersebut. Pemerintah menegaskan penyelidikan masih berlangsung, sementara spekulasi yang beredar di masyarakat belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Artikel ini sudah tayang di detikInet
(fay/dir)
