Begini Konsep dan Jadwal Sekolah Maung Gagasan Dedi Mulyadi

Begini Konsep dan Jadwal Sekolah Maung Gagasan Dedi Mulyadi

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 23 Apr 2026 17:30 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat wawancara bersama awak media di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (20/4/2026).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat wawancara bersama awak media di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (20/4/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan program Sekolah Maung (Manusia Unggul) akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Program ini digadang-gadang menjadi model pendidikan baru yang tak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga mengakomodasi bakat non-akademik.

"Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi, prestasi akademik dan prestasi non-akademik," ujar Dedi, Kamis (23/4/2026).

Dedi menegaskan, konsep Sekolah Maung berbeda dari sekolah unggulan konvensional. Jika selama ini ukuran prestasi identik dengan nilai akademik, Sekolah Maung justru membuka ruang lebih luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ," katanya.

Ia menyebut, nantinya akan ada pembagian kelas berbasis minat dan potensi siswa. "Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya, kelasnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Tak Bangun Baru, Optimalkan Sekolah Favorit

Meski merupakan program baru, namun Pemprov Jabar tidak akan membangun sekolah baru. Pemerintah akan mengoptimalkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada di tiap daerah.

"Gak dibangun, kita mengupdate sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit," jelasnya.

Sekolah-sekolah tersebut akan diperkuat dengan fasilitas tambahan, teknologi pembelajaran, hingga seleksi guru yang lebih ketat.

"Sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah yang diisi oleh anak-anak yang punya prestasi, semuanya punya prestasi dan kemudian nanti pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, seleksi guru yang memadai, kan kelas menengahnya harus ada," tuturnya.

Seleksi Ketat, Tetap Gratis

Untuk masuk Sekolah Maung, siswa tetap harus melalui proses seleksi berbasis capaian akademik dan non-akademik. 'Ya daftar tapi kan daftarnya berdasarkan kualifikasi pendidikan akademik dan non-akademik," ucap Dedi.

Meski mengusung konsep sekolah unggulan, Dedi memastikan pendidikan di Sekolah Maung tetap gratis. Namun, ia membuka kemungkinan adanya kontribusi sukarela dari orang tua dengan kemampuan ekonomi tertentu.

"Gratis, tetapi kita nanti lagi membicarakan, misalnya begini, karena kan orangtua seringkali ada tuntutan di sekolah yang punya kualifikasi unggulan itu kan. Misalnya kita lagi berpikir apakah orangtua yang berpenghasilan di atas 10 juta yang anak-anaknya sekolah di situ, boleh tidak kalau berkontribusi. Nanti itu kita sedang pelajari dan kita komunikasikan tidak boleh melanggar," bebernya.

(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads