Mudahnya Merubah Jelantah Jadi Rupiah ala UCollect Box

Mudahnya Merubah Jelantah Jadi Rupiah ala UCollect Box

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Kamis, 23 Apr 2026 07:30 WIB
Demonstrasi memasukan minyak jelantah ke dalam mesin Ucollect Box di Hotel Moxy, Kota Bandung
Demonstrasi memasukan minyak jelantah ke dalam mesin Ucollect Box di Hotel Moxy, Kota Bandung (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

Limbah minyak jelantah tak jarang menimbulkan kebingungan tersendiri di rumah tangga. Tak lagi bisa digunakan, tapi juga sulit untuk dibuang.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Nia, warga Pelesiran, Kota Bandung. Ia mengaku selama ini merasa sulit untuk mengkategorisasikan minyak jelantah. Pasalnya, limbah tersebut tidak masuk ke dalam sampah organik ataupun anorganik.

"Di wilayah sebenarnya sudah ada pemilahan sampah, tapi paling susah kalau jelantah. Takut dibuang ke saluran nanti mampet, jadi suka saya taruh di botol-botol. Biasanya ada yang memungut," ungkap Nia saat ditemui di Hotel Moxy Bandung, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nia dan sejumlah anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Kekeluarga (PKK) wilayah Tamansari siang itu akhirnya menemukan jawaban atas kebingungan mereka. Tak perlu menunggu pengepul, kini limbah minyak jelantah tersebut bisa langsung disetor dan ditukar menjadi rupiah.

Lewat kotak yang dinamai UCollect Box, masyarakat dapat menuangkan langsung minyak jelantah ke dalam mesin self-service serupa mesin ATM tersebut. Kotak penukaran jelantah yang diinisiasi oleh start-up Noovoleum ini salah satunya hadir di halaman depan Hotel Moxy di Jalan Sulanjana Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

Business Development Manager Noovoelum, Tharesa Rahma Primula, menjelaskan bahwa UCollect Box dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengelola minyak jelantah secara lebih praktis. Melalui mesin yang disediakan, warga cukup datang, menuangkan minyak, dan sistem akan langsung menghitung jumlahnya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini cukup mengunduh aplikasi UCollect, datang ke lokasi box, lalu menuangkan minyak jelantah yang sudah dikumpulkan dari rumah. Mesin nantinya akan menghitung berapa liter minyak yang disetor dan berapa rupiah dana yang diperoleh warga.

"Saldo dari hasil penjualan minyak akan langsung masuk ke akun pengguna di aplikasi dan bisa ditarik ke rekening. Prosesnya paling lama dua menit," ungkap Tharesa.

Berbeda dengan skema pengumpulan minyak jelantah yang selama ini banyak dilakukan, UCollect memberikan insentif langsung berupa uang. Menurut Tharesa, hal ini menjadi salah satu daya tarik agar masyarakat lebih terdorong untuk tidak membuang minyak secara sembarangan.

"Kalau di tempat lain biasanya sifatnya donasi. Itu inisiatif yang baik, tapi di sini kami juga memberikan opsi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan," ujarnya.

Harga minyak jelantah yang ditetapkan dalam sistem ini sebesar Rp5.500 per liter. Selain itu, terdapat bonus tambahan bagi pengguna yang menyetorkan dalam jumlah besar.

Untuk setoran hingga 25 liter, pengguna akan mendapatkan bonus 2,5 persen. Untuk setoran 50 liter, tersedia bonus 5 persen, bonus 10 persen untuk 100 liter, dan hingga 20 persen jika mencapai lebih dari 250 liter.

Skema ini dinilai tidak hanya cocok untuk rumah tangga, tetapi juga berpotensi menarik pelaku usaha kuliner seperti restoran, hotel, dan UMKM makanan yang menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah besar.

"Jadi sebenarnya ini lumayan banget untuk jadi penghasilan tambahan, apalagi untuk yang punya usaha kuliner. Sebenarnya jelantah itu bisa jadi cuan. Semakin banyak disetor, semakin besar juga bonusnya," kata Tharesa.

Program tukar minyak jelantah jadi rupiahIlustrasi minyak jelantah (Foto: Dok. Pertamina)

Nantinya, minyak jelantah yang dikumpulkan tidak akan didaur ulang menjadi minyak untuk digunakan kembali, melainkan diolah menjadi bahan baku biodiesel dan biofuel. Pasalnya, daur ulang jelantah untuk dikonsumsi dapat memunculkan risiko kesehatan.

"Kalau diolah jadi minyak goreng lagi itu berbahaya dan juga jadi pertanyaan dari sisi kehalalan-nya. Tapi kalau dijadikan bahan bakar, itu lebih aman," jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan minyak jelantah yang tidak tepat masih menjadi persoalan di masyarakat. Banyak yang membuang langsung ke saluran air atau tanah tanpa menyadari dampaknya terhadap lingkungan.

"Padahal banyak masyarakat yang masih bergantung dengan air tanah. Kalau dibuang sembarangan bisa mencemari lingkungan, dan kalau dipakai berulang-ulang juga berbahaya bagi kesehatan," tambahnya.

Secara keseluruhan, UCollect saat ini mampu mengumpulkan sekitar 60 hingga 70 ton minyak jelantah setiap bulan dari berbagai mitra dan titik pengumpulan di Indonesia. Di Kota Bandung sendiri, telah tersedia sekitar 32 unit box yang tersebar di sejumlah lokasi seperti SPBU, ritel modern, dan hotel.

Selain itu, lebih dari 300 unit UCollect Box telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Mulai dari Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali dan Palembang.

Perwakilan pihak Hotel Moxy, Yoga Nugraha, menyebut kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan.

"Inisiatif ini jadi langkah nyata gaya hidup berkelanjutan. Kami harap UCollect Box bisa jadi inspirasi masyarakat untuk lebih peduli lingkungan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan upaya hotel dalam menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan yang telah dilakukan sebelumnya. Tidak hanya untuk operasional hotel, tetapi juga melibatkan tamu dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Founder dan CEO Noovoleum, Philippe Micone ,menilai bahwa keberlanjutan harus diwujudkan melalui solusi yang mudah diakses dan memberikan manfaat langsung. Ia menambahkan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki potensi ekonomi besar.

"Kami percaya keberlanjutan akan jadi nyata kalau bersifat praktis, terukur, dan bisa dibagikan. Dengan UCollect Box, pengelolaan jelantah bisa menjangkau lebih luas," katanya.

"Minyak jelantah mungkin terlihat seperti limbah. Tapi dia sebenarnya adalah sumber daya berharga untuk diolah menjadi bahan bakar yang lebih bersih," tutupnya.

Detikers yang tertarik untuk menukarkan minyak jelantah melalui mekanisme ini, dapat mengunduh apliaksi UCollect by Noovoleum dan mencari titik box terdekat dari rumah. Untuk dapat disetorkan, minimal minyak yang diperlukan adalah 1 liter.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads