Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa keputusan sepihak tersebut tidak memiliki arti bagi mereka.
Pernyataan itu disampaikan penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi. Melansir detikNews, ia menilai langkah Trump tidak mencerminkan komitmen terhadap perdamaian.
"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," ujar Mohammadi, Rabu (22/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohammadi juga mengkritik keputusan AS yang tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran meskipun gencatan senjata diperpanjang. Menurutnya, kebijakan tersebut setara dengan tindakan militer.
"Pihak yang kalah tidak dapat mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pemboman dan harus ditanggapi dengan respons militer," katanya.
Ia menambahkan, perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh Trump diduga merupakan strategi untuk mengulur waktu sebelum melancarkan serangan lanjutan.
"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," ujarnya.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa meskipun gencatan senjata diperpanjang, operasi militer tertentu tetap berjalan. Ia menyatakan telah menginstruksikan militer AS untuk melanjutkan blokade terhadap Iran.
"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Gencatan senjata antara AS dan Iran sebelumnya dimulai pada 7 April dan semula dijadwalkan berakhir pada hari ini. Trump menyatakan perpanjangan kali ini tidak memiliki batas waktu yang pasti.
"Oleh karena itu, kami akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara," ujar Trump.
Artikel ini sudah tayang di detikNews
