Hamparan lapangan di Stadion Suryakencana, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, tak lagi terlihat hijau merata. Di sejumlah titik, rumput tampak rusak parah. Bekas becekan masih menganga, bahkan sebagian area berubah menjadi kubangan lumpur.
Sisa-sisa sampah pun terlihat berserakan di berbagai sudut lapangan. Kondisi ini terjadi setelah konser musik digelar di lokasi yang sama pada Minggu (19/4) lalu. Pemandangan tersebut cepat menyebar di media sosial dan menuai sorotan publik.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy'ari menyebut kondisi ini sebagai peringatan keras bagi pengelola fasilitas olahraga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tamparanlah kalau misalkan kondisinya rusak, terus sampahnya berserakan. Ini jadi catatan khusus," kata Rojab, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, penggunaan stadion untuk kegiatan konser bukanlah persoalan. Namun, perencanaan dan pengelolaan harus dilakukan secara matang agar tidak menimbulkan kerusakan.
Ia menekankan pentingnya kesiapan panitia, mulai dari pengaturan area hingga pengendalian sampah dan potensi kerusakan.
"Dipersiapkannya harus profesional. Sampah harus diperketat, venue juga harus dipastikan tidak mudah rusak. Jadi harus diantisipasi sejak awal," ujarnya.
Meski demikian, Rojab mengingatkan agar polemik ini tidak mematikan geliat industri kreatif di Kota Sukabumi. Menurutnya, kegiatan seperti konser tetap penting untuk mendukung ruang ekspresi anak muda dan menarik kunjungan.
"Industri kreatif ini harus tetap dijaga. Jangan sampai kejadian ini menyurutkan semangat musisi dan pelaku kreatif," ucapnya.
Ia juga menyinggung rencana Pemerintah Kota Sukabumi untuk meningkatkan kualitas Stadion Suryakencana menjadi bertaraf internasional.
"Sekalian ini jadi pengingat janji wali kota. Mumpung belum, ya segera diwujudkan jadi stadion event bertaraf internasional," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar menjelaskan, kerusakan terjadi karena hujan deras yang mengguyur saat konser berlangsung.
"Memang kegiatan kemarin berlangsung saat hujan, jadi kondisi lapangan seperti itu. Kita akan evaluasi terlebih dahulu," kata Rahmat.
Ia menyebut, secara prosedur penyelenggaraan konser sudah sesuai ketentuan. Namun, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan, termasuk kemungkinan penyusunan aturan tambahan.
"Terkait jaminan kerusakan memang tidak ada dalam kesepakatan. Nanti hasil evaluasi akan kami kaji untuk langkah selanjutnya," ujarnya.
Rahmat menegaskan, event musik tetap menjadi salah satu daya tarik utama untuk mendongkrak kunjungan ke Kota Sukabumi. Namun, hal itu harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas yang memadai.
"Event seperti ini bisa jadi magnet wisata. Tapi konsekuensinya, fasilitas harus bagus. Ke depan perlu renovasi stadion dan penambahan venue agar lebih siap untuk kegiatan besar," tutupnya.
(yum/yum)
