Seorang bocah diduga menjadi korban perundungan oleh teman-temannya. Aksi tersebut viral di media sosial hingga polisi dan aparat kewilayahan turun tangan menyelidiki.
Aksi perundungan itu terjadi di lingkungan RW 24, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Jumat (17/4/2024) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman CCTV berdurasi satu menit lebih yang beredar di media sosial, terlihat sekelompok anak sedang berkumpul di depan rumah seorang warga. Seketika, seorang anak memukul anak lainnya. Rekan pelaku tak berusaha memisahkan, melainkan ikut memukuli korban yang mengenakan sweter hitam tersebut.
Tak hanya sekali, setelah sempat berhenti, bocah-bocah yang diduga saling kenal itu kembali melayangkan pukulan ke tubuh korban. Mereka kemudian berlari mengejar korban yang sempat berusaha kabur.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, mengatakan kasus dugaan perundungan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Korban dan para pelaku sudah dipertemukan oleh kepolisian dan pihak Kelurahan Melong.
"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan, antara para pelaku dengan korban didampingi orangtua masing-masing sudah dipertemukan dan sepakat berdamai," kata Gofur saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Gofur mengatakan aksi perundungan berujung pengeroyokan itu dipicu kesalahpahaman antara korban dan para pelaku. Bocah-bocah itu diketahui merupakan warga Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan.
"Awalnya pelaku Malik ini mendengar ada yang menyebutnya dengan kata-kata tidak pantas (banci). Kemudian korban melintas dan dipanggil oleh para pelaku dan teman-temannya, menanyakan siapa memanggil dengan ucapan tidak pantas. Namun korban diam karena takut," jelas Gofur.
Para pelaku geram terhadap korban hingga melakukan pengeroyokan seperti yang terekam dalam video viral di media sosial.
"Atas dasar kejadian tersebut, pengurus RW 24 bersama kepolisian mencari anak-anak yang terlibat guna menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak terjadi lagi di wilayah RW 24 Melong. Bersama orang tuanya, mereka sepakat berdamai," pungkas Gofur.
(orb/orb)
