TKA SD di Ciamis , Keterbatasan Perangkat Bikin Siswa Numpang ke SMP

TKA SD di Ciamis , Keterbatasan Perangkat Bikin Siswa Numpang ke SMP

Dadang Hermansyah - detikJabar
Senin, 20 Apr 2026 10:55 WIB
Suasana hari pertama pelaksanaan TKA SD di Kabupaten Ciamis. Siswa SDN 7 Ciamis melaksanakan TKA di SMPN 2 Ciamis.
Suasana hari pertama pelaksanaan TKA SD di Kabupaten Ciamis. Siswa SDN 7 Ciamis melaksanakan TKA di SMPN 2 Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Sebanyak 14.711 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ciamis mulai menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA) serentak sejak Senin (20/4/2026). Belasan ribu peserta tersebut berasal dari 738 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Ciamis.

Meski digelar serentak, kendala fasilitas masih membayangi. Keterbatasan sarana seperti laptop dan Chromebook memaksa sejumlah sekolah tidak bisa melaksanakan ujian di tempat sendiri. Alhasil, para siswa harus "mengungsi" atau menumpang di gedung SMP terdekat yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Kondisi ini salah satunya dialami SDN 7 Ciamis. Sebanyak 101 siswanya harus diboyong ke SMPN 2 Ciamis untuk mengikuti TKA. Dari total 15 unit Chromebook yang dimiliki sekolah, sebagian besar dalam kondisi rusak sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan ujian seluruh siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak pagi, suasana di SMPN 2 Ciamis tampak ramai. Para siswa datang dengan penuh semangat. Satu per satu dipanggil pengawas untuk menerima kartu peserta sebelum memasuki ruang ujian. Mereka kemudian duduk sesuai nomor masing-masing, mendengarkan arahan, dan mulai mengerjakan soal. Usai tes, siswa menerima makanan ringan yang disiapkan sekolah sebagai penyemangat.

Salah seorang peserta, Mahira, mengaku mampu menyelesaikan soal dengan baik. "Tadi lancar, mengerjakan 30 soal Matematika dan survei karakter. Tidak terlalu deg-degan karena sebelumnya sudah latihan," ujarnya usai mengikuti ujian.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Ciamis, pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama diikuti 5.137 siswa dari 295 sekolah, gelombang kedua 7.248 siswa dari 358 sekolah, gelombang ketiga 2.067 siswa dari 91 sekolah, dan gelombang keempat 259 siswa dari 10 sekolah.

Di SDN 7 Ciamis sendiri, pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi agar seluruh siswa dapat terakomodasi. Kepala SDN 7 Ciamis Kiki Kohara menjelaskan, sesi pertama berlangsung pukul 07.00 hingga 08.45 WIB, dilanjutkan sesi kedua dan ketiga.

"Untuk hari ini materinya Matematika dan survei karakter," katanya.

Suasana hari pertama pelaksanaan TKA SD di Kabupaten Ciamis. Siswa SDN 7 Ciamis melaksanakan TKA di SMPN 2 Ciamis.Suasana hari pertama pelaksanaan TKA SD di Kabupaten Ciamis. Siswa SDN 7 Ciamis melaksanakan TKA di SMPN 2 Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas menjadi alasan pihaknya menggandeng SMPN 2 Ciamis. SDN 7 Ciamis hanya punya 15 chromebook bantuan pemerintah dan sebagian sudah rusak.

"Kami hanya memiliki 15 Chromebook bantuan pemerintah, itu pun delapan unit sudah rusak. Karena itu kami mencari sekolah yang lebih representatif. Alhamdulillah SMPN 2 Ciamis bersedia memfasilitasi," ujarnya.

Terkait materi ujian, Kiki menyebut sebagian besar soal disusun oleh pusat. Sekitar 75 persen dari pusat dan 25 persen dari daerah. Di Ciamis ada tim khusus yang menyusun soal TKA.

Untuk memastikan kesiapan siswa, simulasi sebelumnya juga dilakukan di lokasi yang sama. Pihak sekolah bahkan menyiapkan makanan ringan guna menambah motivasi peserta.

"Kami ingin anak-anak semangat ikut TKA. Ada juga yang awalnya kurang berminat, jadi dengan adanya snack mudah-mudahan mereka lebih antusias. Ini dari dana BOS," tuturnya.

Kiki menegaskan TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Namun, tes ini tetap penting sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

"TKA tidak wajib dan tidak memengaruhi kelulusan. Tapi beberapa sekolah mensyaratkan nilai TKA saat penerimaan siswa baru. Jadi kami inisiatif mengikutkan semua siswa agar tidak terkendala nanti," ungkapnya.

Menurutnya, tingkat kesulitan soal relatif tidak terlalu berat. Tantangan utama justru datang dari faktor psikologis siswa.

"Anak-anak kadang masih gugup saat menghadapi ujian. Karena itu kami terus menenangkan mereka. Selain itu, karena berbasis komputer, kami juga perbanyak latihan agar mereka tidak salah klik," katanya.

Hingga sesi pertama, pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Alhamdulillah sejauh ini aman. Mudah-mudahan sampai sesi terakhir tetap lancar," pungkas Kiki.

Halaman 2 dari 2
(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads