Misteri Kota Kuno Alexandria Terpecahkan, Ini Temuannya

Kabar Internasional

Misteri Kota Kuno Alexandria Terpecahkan, Ini Temuannya

Rachmatunnisa - detikJabar
Minggu, 19 Apr 2026 23:00 WIB
Members of the Iraqi national windsurfing team train in the Tigris River for the Arab. sailing Championships in Baghdad, Iraq, Saturday, May 14, 2022. (AP Photo/Hadi Mizban)
Ilustrasi Sungai Tigris, Irak. Foto: AP/Hadi Mizban
Jakarta -

Penemuan kota kuno Alexandria on the Tigris akhirnya terkonfirmasi oleh para arkeolog. Kota pelabuhan besar yang didirikan oleh Alexander the Great lebih dari 2.000 tahun lalu itu ditemukan di wilayah selatan Irak, tepatnya di situs Jebel Khayyaber.

Kota yang lama hilang ini sebelumnya menjadi misteri bagi para peneliti. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, lokasi tersebut merupakan pelabuhan penting yang menghubungkan jalur perdagangan antara Mesopotamia, India, hingga kawasan Mediterania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para peneliti telah mengidentifikasi kota Alexandria on the Tigris yang telah lama hilang," tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Earth.com.

Kota ini diyakini berdiri sekitar abad ke-4 SM sebagai pusat perdagangan strategis. Penemuan tersebut didukung teknologi modern, mulai dari drone, pemetaan geofisika, hingga analisis citra satelit.

ADVERTISEMENT

"Kualitas bukti geofisika ini benar-benar luar biasa, dan pelestarian bangunannya sangat baik," ujar Stefan Hauser dari Konstanz University, Jerman.

Ia menjelaskan, struktur kota masih terdeteksi jelas di bawah permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan kota ini berukuran sangat besar untuk standar zaman kuno. Tata kotanya meliputi tembok, jalan berbentuk grid, kawasan permukiman, serta pelabuhan dan kanal.

"Ukuran blok kota ini luar biasa... bahkan melampaui kota-kota besar pada masanya," kata Hauser.

Temuan ini menegaskan bahwa Alexandria merupakan pusat urban yang maju. Pada masa kejayaannya, kota ini menjadi simpul penting dalam jaringan perdagangan global kuno.

Berbagai komoditas seperti rempah, tekstil, dan logam diperdagangkan melalui kota ini, menghubungkan wilayah Timur dan Barat. Letaknya yang berada di pertemuan jalur sungai dan laut membuatnya sangat strategis.

Namun, kejayaan tersebut tidak bertahan lama. Perubahan aliran Sungai Tigris membuat pelabuhan kehilangan akses utama. Dampaknya, aktivitas ekonomi menurun dan kota perlahan ditinggalkan.

Penemuan ini dinilai penting karena membantu mengisi kekosongan sejarah di kawasan Mesopotamia, khususnya pada periode yang minim catatan tertulis. Para ilmuwan berharap penelitian lanjutan dapat mengungkap lebih banyak tentang kehidupan di kota tersebut.

Minimnya gangguan pembangunan modern menjadikan situs ini peluang langka untuk merekonstruksi tata kota kuno secara utuh. Meski telah teridentifikasi, banyak aspek yang masih belum terungkap, termasuk kehidupan sosial dan politik masyarakatnya. Penelitian lanjutan diharapkan dapat membuka lebih banyak fakta dari salah satu kota penting dalam sejarah dunia kuno.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini.




(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads