Bandung menyimpan banyak cerita yang tidak lekang oleh waktu. Di kawasan Jalan Asia Afrika, jejak masa lalu terasa kuat melalui bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Hotel Savoy Homann. Gaya arsitekturnya yang kental dengan nuansa art deco menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melintas.
Selain merupakan hotel pertama di Kota Bandung, Savoy Homann juga sarat sejarah karena digunakan sebagai tempat menginap dan titik berkumpulnya para delegasi Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar 71 tahun silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada masa penyelenggaraan KAA pada 18-24 April 1955, tiga kepala negara bermalam di tiga sudut kamar paling prestisius yang dimiliki Savoy Homann. Mereka adalah Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri Tiongkok Zhou Enlai, serta Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
DetikJabar berkesempatan mengunjungi kamar nomor 244 yang ditempati Soekarno kala itu. Terletak di lantai dua, kamar yang dinamai Homann Suite tersebut berada di posisi pojok atau hook bangunan.
Begitu melangkah masuk, ruang tamu menjadi pemandangan pertama yang menyambut. Di sana terdapat dua buah sofa berwarna abu dengan armrest berlapis kayu, serta satu buah coffee table kayu. Uniknya, sofa dan meja tersebut masih merupakan furnitur asli yang digunakan Ir. Soekarno saat menginap.
Suasana kamar nomor 244 yang ditempati Soekarno di Hotel Savoy Homann Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar |
Dari sana, terdapat koridor yang memisahkan antara ruang tamu dengan ruang privat. Ada pajangan angklung di dinding kiri, dan kursi duduk di sisi kanan.
Saat memasuki ruangan utama, nuansa kecokelatan serba kayu menjadi aksen yang dominan. Hal tersebut menjadikan suasana keseluruhan terasa elegan dengan sentuhan vintage.
Ada ruang tamu dengan sofa dan televisi, area bar, area kerja, hingga area makan. Terdapat dua kamar terpisah, yang masing-masing dilengkapi kamar mandi pribadi. Salah satunya memiliki bathub dengan ukuran besar.
Dua kamar yang tersedia dapat menampung empat orang dewasa dengan leluasa. Serupa dengan interior ruang utama, ruang tidur pun kental dengan aksen serba cokelat nan hangat.
Selain ruangannya yang besar dan mewah, salah satu hal paling istimewa dari kamar tersebut adalah pemandangannya. Ketika jendela dibuka, tamu dapat langsung melihat pemandangan Jalan Asia Afrika dari sudut yang ikonik, yakni lengkungan aksen art deco hotel Savoy Homann.
"Jadi dulu suasana Paris van Java itu kelihatan dari balkonnya Savoy Homann. Karena dulu gedung-gedung di sekitaran Asia Afrika belum tinggi, jadi suasanya seperti di Paris. Apalagi gedung-gedungnya pun masih kental dengan nuansa kolonial Belanda," ungkap Marketing Communication Hotel Savoy Homann,Yuke Yulianti, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengatakan, kamar tersebut pun sempat beberapa kali digunakan oleh pejabat dan petinggi negara. Termasuk para Presiden RI.
"Pada saat peringatan KAA ke-50 dan ke-60, ada kunjungan dari Pak Jokowi beserta istri, juga dari Pak SBY beserta istri. Mereka ikut historical walk dari hotel ini ke Gedung Merdeka bersama pejabat negara lain," terangnya.
Mitos "Membawa Hoki"
Suasana kamar nomor 244 yang ditempati Soekarno di Hotel Savoy Homann Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar |
Yuke memaparkan salah satu mitos yang beredar di kalangan masyarakat terkait kamar 244 yang pernah ditempati Soekarno tersebut. Ia mendengar beberapa orang meyakini bahwa menginap di sana dapat membuat mereka dapat menempati posisi atau jabatan tertentu.
"Karena banyak sekali orang-orang penting yang pernah menginap di Homann Suite, ada beberapa masyarakat yang percaya. Kalau menginap di sana saat ada pemilihan-pemilihan (jabatan) tertentu, mereka cenderung akan terpilih," paparnya.
"Tentunya itu hanyalah mitos ya, tapi jadi daya tarik tersendiri," lanjutnya.
Hingga saat ini, kamar Homann Suite 244 masih dibuka untuk tamu umum. Tarif satu malamnya dibanderol seharga Rp5-8 juta untuk akhir pekan, dan Rp4-6 juta untuk hari biasa. Tertarik mencoba?
(yum/yum)


