Prestasi membanggakan ditorehkan dua alumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation, Zulfi Akbar Harahap dan Salsabiela Amanda Fathin Az Zahra. Mereka telah resmi menyandang gelar sarjana setelah lulus di kampus ITB.
Zulfi merupakan alumi SMA Unggulan CT ARSA Foundation Deli Serdang, sedangkan Salsa dari Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Berkat kerja keras keduanya, Zulfi dan Salsa diterima untuk berkuliah dan akhirnya lulus bersama total 1.372 wisudawan ITB.
Bahkan, Zulfi menorehkan prestasi membanggakan dengan mendapat predikat cumlaude setelah lulus di Program Studi Teknik Metalurgi pada Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Sedangkan Salsa, meraih gelar sarjana usai lulus di Program Studi Teknik Kimia pada Fakultas Teknologi Industri ITB.
Kelulusan dua alumni terbaik SMA Unggulan CT Arsa Foundation itu pun mendapatkan ucapan selamat dari Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara. Ia mengatakan, keduanya akan menjadi generasi penerus bangsa dan diharapkan mampu mengamalkan keilmuannya di lingkungan masyarakat.
"Jadi kita bisa lihat bahwa dengan memperoleh fasilitas beasiswa, itu sebetulnya potensi-potensi anak bangsa itu bisa tumbuh dan bisa mendapatkan kesempatan untuk menyambung pendidikan tinggi, memperbaiki kehidupan keluarganya kelak. Dan yang pasti juga, nanti pada saatnya akan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia," katanya, Sabtu (18/4/2026).
Prof Tata turut memberi perhatian kepada Zulfi yang menjadi lulusan terbaik ITB. Di sidang wisuda tersebut, Zulfi bahkan diberi kesempatan menyampaikan pandangannya selama berkuliah di kampus terbaik di Indonesia itu.
Zulfi Akbar Harahap merupakan seorang pemuda yang berasal dari Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ia dikenal sebagai pribadi yang memiliki semangat belajar tinggi serta dedikasi kuat dalam bidang akademik, khususnya di bidang sains.
Zulfi adalah alumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation Deli Serdang angkatan 10 yang dikenal dengan nama angkatan Centaury dan tamat pada tahun ajaran 2021/2022 sebagai Lulusan Terbaik 1 dengan rata-rata nilai 93,57. Selama menempuh pendidikan di jenjang SMA, Zulfi aktif tergabung dalam tim Olimpiade Kimia. Berkat ketekunan dan kemampuannya, ia kerap meraih prestasi di berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Beberapa prestasi gemilang yang berhasil diraih Zulfi di antaranya adalah Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kimia tingkat kabupaten Deli Serdang 2021, Juara 2 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kimia tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2021. Selain itu, ia juga berhasil lolos pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2021.
Prestasi mentereng lainnya adalah meraih Juara 1 Nasional Olimpiade Kimia Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh POSI bersama PPSKI. Capaian-capaian ini menjadi bukti konsistensinya dalam bidang akademik sejak masa sekolah.
Memasuki jenjang perguruan tinggi, Zulfi melanjutkan studinya di ITB. Selama masa kuliah, ia tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi.
Salah satu organisasi yang diikutinya adalah Ikatan Mahasiswa Minangkabau (IMMG) ITB periode 2025/2026 pada Bidang Keilmuan dan Karya. Dalam organisasi tersebut, Zulfi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Lomba dan Karya, yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan serta kontribusinya dalam mengembangkan potensi mahasiswa.
Berkat kerja keras dan konsistensinya, Zulfi berhasil meraih pencapaian akademik yang membanggakan dengan dinyatakan sebagai lulusan terbaik Institut Teknologi Bandung tahun 2026 dengan predikat cumlaude. Prestasi ini menjadi puncak dari perjalanan panjangnya dalam dunia pendidikan.
Dalam kehidupan keluarga, Zulfi merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia adalah putra dari Bapak Edi Subiakto Harahap dan Ibu Rosmawati. Lingkungan keluarga yang penuh dukungan dan nilai-nilai positif turut membentuk karakter Zulfi menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masa depan.
Dengan kombinasi prestasi akademik yang gemilang, pengalaman organisasi, serta karakter yang kuat, Zulfi Akbar Harahap diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
"Jadi selamat untuk keberhasilannya. Saya Kira ini adalah capaian yang luar biasa dan mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dan mudah-mudahan kedepannya juga setelah sukses dapat kembali membantu adik-adik yang lain, pay it forward. Jadi bantu adik-adik yang lain untuk bisa sama-sama sukses meraih mimpinya," ungkap Prof Tata.
Rasa bangga juga turut disampaikan GM CT Arsa Foundation Haerani Akbar. Menurutnya, Zulfi dan Salsa jadi bukti komitmen CT Arsa dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Di momen itu, Akbar menyampaikan pesan langsung dari Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung dan Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari. Ia mengaku keduanya merasa bangga setelah Zulfi dan Salsa lulus dari ITB.
"Mewakili Bapak Chairul Tanjung dan juga Ibu Anita Ratnasari Tanjung, beliau menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih. Beliau terus mengajak alumni-alumni kita untuk terus berbuat kebaikan dan juga terus mengajak adik-adiknya untuk mendapatkan prestasi-prestasi yang lebih baik dan tinggi," katanya.
Setelah lulus dari ITB, Zulfi dan Salsa mendapat pesan dari dosennya supaya tetap konsisten mengamalkan ilmu yang mereka terima. Dosen Zulfi di Teknik Metalurgi ITB, Imam Santoso, bahkan berpesan kepada alumni SMA Unggulan CT Arsa Foundation Deli Serdang itu untuk tetap menjadi sosok yang sederhana setelah masuk ke dunia kerja.
"Yang pertama, saya sangat bangga dengan Zulfi karena lulus cumlaude dan bahkan yang tercepat, itu membuat kami bangga di ITB. Kebetulan saya juga ngajar Zulfi, Zulfi sosoknya sederhana. Mungkin dari background-nya yang juga sederhana, ayahnya kuli bangunan, ayahnya sangat sederhana. Namun, walaupun begitu, Zulfi sangat semangat. percaya diri, rajin, bahkan pergaulannya luas. Jadi memang Zulfi sosok yang luar biasa," katanya.
"Jadi buat Zulfi semoga tetap humble, tetap membumi karena salah satu orang sukses karakternya adalah humble. Sukses terus untuk Zulfi," tambahnya.
Saat menyampaikan perasaannya, Zulfi merasa begitu bangga bisa lulus di ITB. Selama menempuh perkuliahan, Zulfi bahkan mencari penghasilan tambahan demi meraih cita-cita yang dia impikan.
Pagi hingga sore hari, Zulfi mengikuti perkuliahan seperti biasa di ITB. Setelah itu, dia mengajar olimpiade kimia demi menunjang kehidupannya di perantauan. Kini kerja keras itu bisa terbayar, dan Zulfi turut mengucapkan terima kasih kepada Chairul Tanjung dan istri, Anita Ratnasari.
"Untuk ayahanda Chairul Tanjung, ibunda Anita Ratnasari Tanjung serta para guru yang ada di SMA CT Arsa, saya benar-benar berterima kasih kepada kepada ayahanda, obunda dan juga guru di sana karena tanpa ayahanda dan ibunda serta para guru, saya enggak mungkin ada di sini sekarang. Saya enggak mungkin bisa mencapai di titik ini. Dan terima kasih sekali buat motivasi dan buat akses yang telah diberikan terhadap saya. Saya benar-benar berterima kasih dan karena kesempatan bersekolah di CT Arsa itu merupakan kesempatan sangat berarti bagi saya," kata Zulfi.
Perasaan yang sama juga dialami Salsabiela Amanda Fathin Az Zahra. Menurutnya, kesempatan bersekolah di SMA Unggulan CT Arsa menjadi gerbang untuknya dalam menjemput kesuksesan di masa mendatang.
"Kalau ditanya tentang perasaan dan perjuangannya, sebenarnya hari ini tuh sangat campur aduk ya. Senang kemudian juga ada yang sedikit tidak menyangka, dan juga ada leganya kalau diingat-ingat lagi perjuangan selama di ITB. Maka dari itu, saya mau berterima kasih kepada CT Arsa yang telah memberikan kesempatan ini sehingga saya bisa mengabdikan ilmu yang saya miliki untuk bangsa dan negara," pungkasnya.
(iqk/iqk)