Ponsel menjadi salah satu perangkat yang paling sering terlepas dari genggaman, termasuk saat berada di dalam pesawat. Namun, para ahli mengingatkan agar penumpang tidak sembarangan mengambil perangkat yang terjatuh.
Dalam situasi penerbangan, penumpang kerap tanpa sengaja menjatuhkan ponsel, misalnya saat mengubah posisi duduk, berdiri menuju toilet, atau mengambil barang dari tas di bawah kursi. Meski refleks pertama adalah langsung mengambilnya, tindakan tersebut ternyata bisa menimbulkan risiko.
Menurut Federal Aviation Administration (FAA), ponsel yang jatuh bisa terselip di bagian mekanis kursi pesawat. Jika kursi kemudian digerakkan atau direbahkan, perangkat tersebut berpotensi rusak bahkan hancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya soal kerusakan, terdapat bahaya lain yang lebih serius. Baterai lithium pada ponsel dapat mengalami panas berlebih jika tertekan atau rusak. Kondisi ini dapat memicu reaksi berantai berupa peningkatan suhu secara cepat, pelepasan gas mudah terbakar, hingga berpotensi menyebabkan kebakaran.
Karena itu, penumpang disarankan segera melaporkan kejadian tersebut kepada awak kabin. Kru pesawat telah memahami struktur kursi dan dapat mengambil perangkat dengan cara yang aman sebelum menimbulkan risiko lebih besar.
Perwakilan American Airlines menjelaskan bahwa konfigurasi kursi berbeda di setiap pesawat. Awak kabin telah dilatih untuk memahami detail operasional tersebut, sehingga mampu membantu penumpang dalam situasi seperti ini dengan aman.
Senada dengan itu, CEO Safety Operating Systems sekaligus mantan pilot, John Cox, menyebut perangkat elektronik yang mengalami kerusakan lebih rentan mengalami overheating. Ponsel yang terjatuh, baik iPhone maupun Android, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut.
Penting bagi awak kabin untuk mengetahui jika ada perangkat yang jatuh. Jika terjadi panas berlebih atau muncul asap, mereka dapat segera menjalankan prosedur keselamatan kebakaran demi melindungi seluruh penumpang. Meskipun terlihat sepele, mengambil ponsel sendiri dapat berisiko dan sebaiknya dihindari.
Selain itu, meminta bantuan pramugari juga dapat mencegah cedera, seperti jari yang terjepit di sela kursi.
Risiko panas berlebih pada perangkat elektronik juga menjadi alasan mengapa power bank, rokok elektrik, dan perangkat sejenis tidak diperbolehkan dimasukkan ke bagasi tercatat. Barang-barang tersebut harus dibawa ke dalam kabin agar mudah diawasi.
Sejumlah maskapai bahkan mulai memperketat aturan terhadap perangkat elektronik lain. Beberapa maskapai di Taiwan, seperti EVA Air, UNI Air, dan Tigerair, kini melarang earbud Bluetooth, termasuk Apple AirPods, disimpan di bagasi terdaftar karena alasan keselamatan serupa.
(yum/yum)
