KDM Soroti Kasus Pelecehan di Kampus, Minta Seleksi Dosen Diperketat

KDM Soroti Kasus Pelecehan di Kampus, Minta Seleksi Dosen Diperketat

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 17 Apr 2026 20:30 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait rentetan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus, termasuk sejumlah perguruan tinggi ternama.

Ia menilai, kasus-kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tinggi untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Menurut Dedi, langkah pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan setelah kasus terjadi. Ia menekankan pentingnya proses seleksi yang lebih ketat sejak awal, baik dalam pengangkatan tenaga pengajar maupun penerimaan mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus semakin selektif dalam mengangkat guru besar, dosen termasuk rekrutmen mahasiswa di sekolah yang dianggap sekolah itu memiliki kualifikasi universitas ternama dan terpandang," tegas Dedi saat diwawancarai di Bandung, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menilai, reputasi kampus tidak boleh hanya diukur dari nama besar atau statusnya sebagai institusi unggulan. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia di dalamnya harus benar-benar terjaga, termasuk dari sisi integritas dan etika.

Seperti diketahui, dunia kampus kembali disorot karena deretan kasus yang berkaitan dengan dugaan pelecehan atau kekerasan seksual akhir-akhir ini.

Di Universitas Indonesia (UI), 16 mahasiswa Fakultas Hukum diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual melalui grup percakapan. Akibatnya mereka diskors sementara oleh pihak kampus.

Kemudian di Institut Teknologi Bandung, sorotan datang dari viralnya video lama penampilan mahasiswa yang menyanyikan lagu "Erika" dengan lirik yang dianggap memuat unsur pelecehan.

Pihak kampus dan HMT-ITB kemudian menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan komitmen memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika serta pencegahan kekerasan seksual verbal.

Kasus yang tak kalah menyita perhatian di datang dari Universitas Padjajaran (Unpad). Seorang guru besar dilaporkan diduga meminta foto mahasiswi exchange saat memakai bikini.

Yang bersangkutan kemudian dinonaktifkan sementara dari seluruh kegiatan akademik oleh pihak kampus.

Sementara itu di Institut Pertanian Bogor (IPB), pihak kampus tengah menelusuri dugaan pelecehan seksual yang menyeret sejumlah mahasiswa di grup chat. BEM mencatat terdapat sekitar 16 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.




(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads