Banjir menerjang wilayah Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Selain menggenangi jalan raya, luapan air juga merendam sejumlah permukiman warga.
Banjir di Derwati seakan menjadi masalah menahun yang belum menemui titik terang. Pasalnya, penanganan genangan di sana tidak cukup hanya dengan mengalirkan air ke lokasi lain, tetapi membutuhkan kolam retensi sebagai solusi jangka panjang.
Baca juga: Kemarau di Jabar Datang Tak 'Kompak' |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman, salah seorang warga sekitar menuturkan, Pemkot Bandung sebetulnya memiliki lahan di wilayah RW 02 Kelurahan Derwati. Lahan berupa persawahan itu menurutnya seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan kolam retensi guna mengatasi banjir di kawasan Derwati dan sekitarnya.
"Ini mah saran dari saya yah, di belakang kan ada tanah pemkot, masuknya RW 2. Pengennya mah dibangun kolam retensi, biar airnya bisa ditangani. Itu dari dulu pengennya dibangun gitu, cuma enggak tahu kenapa masih belum bisa," kata dia saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (14/4/2026).
Menurut Herman, durasi banjir di Derwati selama ini sangat bergantung pada kondisi di daerah tetangga, yakni Sapan, Kabupaten Bandung. Jika banjir di wilayah Sapan belum surut, maka genangan di Derwati bisa bertahan selama 2 hingga 3 hari.
"Kalau Sapan belum surut, di sini juga enggak bakalan surut. Bisa 2-3 tiga harian banjirnya. Makanya, kalau ada kolam retensi mah minimal bisa ditangani dulu luapan airnya," ungkap Herman.
Selain itu, Herman menilai keberadaan proyek kereta cepat dan kondisi Jalan Tol Padaleunyi turut memberikan dampak terhadap banjir di Derwati. Ia pun menaruh harapan besar agar Pemkot Bandung segera merealisasikan pembangunan kolam retensi.
"Mudah-mudahan sekarang dari pemkot bisa ngebangun biar warga juga nggak was-was terus kalau hujan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
