7 Bau yang Dibenci Ular, Pengusir Alami dari Rumah

7 Bau yang Dibenci Ular, Pengusir Alami dari Rumah

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 07:00 WIB
Ilustrasi ular pucuk
Ilustrasi ular (Foto: dok. Thai National Parks)
Bandung -

Belakangan ini, kemunculan ular di permukiman warga semakin sering terjadi, termasuk di wilayah Jawa Barat. Banyak laporan warga yang mendapati ular masuk ke halaman hingga ke dalam rumah, terutama saat musim hujan dan perubahan cuaca ekstrem.

Kondisi lingkungan yang lembap, tumpukan barang, hingga keberadaan tikus sebagai sumber makanan menjadi faktor utama yang menarik perhatian reptil ini.

Ular sendiri diketahui memiliki kemampuan sensorik yang tajam terhadap bau melalui organ khusus bernama organ jacobson. Organ ini membantu ular mencium partikel kimia di udara, sehingga bau tertentu bisa membuatnya menjauh. Dengan itu, memanfaatkan aroma yang tidak disukai ular bisa menjadi langkah yang aman dan ramah lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MENGAPA BAU BISA MENGUSIR ULAR?

Ular memang tidak memiliki hitung seperti manusia, tetapi ular memiliki lidah bercabang yang berguna sebagai indra pengganti yang mampu menangkap partikel bau di udara. Partikel tersebut kemudian akan diproses oleh organ jacobson di langit-langit mulutnya.

Ular sangat sensitif terhadap perubahan kimia di lingkungannya. Bau yang terlalu kuat atau asing dapat dianggap sebagai ancaman, sehingga ular memilih menghindar.

ADVERTISEMENT

7 BAU YANG DIBENCI ULAR

1. Bau Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa sulfur yang menghasilkan aroma tajam. Bau ini dapat mengganggu sistem sensorik ular sehingga membuatnya enggan mendekat.

Cara menggunakan:
Hancurkan Bawang putih dan sebarkan di sudut-sudur rumah, atau campuran bawang putih dan air untuk dijadikan cairan semprot.

2. Bau Daun Mint (Peppermint)

Aroma daun mint yang segar ternyata dianggap sangat menyengat dan kuat bagi ular. Kandungan menthol pada daun mint dapat mengganggu organ penciuman ular sehingga mereka akan menjauh.

Cara menggunakan:
Gunakan minyak esensial peppermint yang dicampur air, lalu semprotkan di area seperti pintu, ventilasi, atau celah rumah.

3. Bau Cuka

Cuka memiliki tingkat keasaman tinggi yang menghasilkan bau tajam. Ular cenderung menghindari area yang terpapar cuka karena mengganggu sistem penciumannya.

Cara menggunakan:
Semprotkan larutan cuka di area rawan seperti saluran air atau celah tembok.

4. Bau Kayu Manis dan Cengkeh

Kayu manis dan cengkeh memiliki aroma kuat yang tidak disukai ular. Dalam beberapa studi disebutkan bahwa senyawa eugenol dalam cengkeh efektif sebagai repelan alami.

Cara menggunakan:
Gunakan minyak esensial dan semprotkan di sekitar rumah.

5. Bau Jeruk

Aroma segar dari jeruk ternyata tidak disukai ular. Kandungan limonene dalam kulit jeruk memiliki efek mengganggu bagi sistem sensorik reptil.

Cara menggunakan:
Letakkan kulit jeruk di sudut rumah atau gunakan minyak citrus sebagai semprotan.

6. Bau Serai

Serai mengandung senyawa sitral yang menghasilkan aroma kuat dan segar. Bau ini dikenal tidak disukai oleh berbagai hewan, termasuk ular, karena mengganggu sistem penciumannya.

Cara menggunakan:

Gunakan minyak serai atau rebusan air serai sebagai semprotan alami di sekitar rumah.

7. Bau Minyak Tanah

Minyak tanah memiliki aroma tajam yang dapat mengusir ular dari area tertentu. Namun, penggunaannya perlu hati-hati karena mudah terbakar.

Cara menggunakan:
Letakan minyak tanah dalam wadah terbuka lalu simpan di sudut rumah.

CARA AMAN MENGUSIR ULAR

- Gunakan bahan alami secukupnya, jangan berlebihan
- Hindari mencampur bahan kimia tanpa pengetahuan mendalam
- Fokus pada area rawan seperti taman, selokan, dan gudang
- Kombinasikan dengan menjaga kebersihan lingkungan
- Selain itu, penting untuk menghilangkan sumber makanan seperti tikus agar ular tidak tertarik datang.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads