Pagarsih Langganan Banjir Limpasan, Warga-Pedagang Minta Solusi Nyata

Pagarsih Langganan Banjir Limpasan, Warga-Pedagang Minta Solusi Nyata

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 17:14 WIB
Kondisi Jalan Pagarsih yang jadi lokasi langganan banjir limpasan
Kondisi Jalan Pagarsih yang jadi lokasi langganan banjir limpasan (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Warga kembali mengeluhkan kondisi kawasan Pagarsih di Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Setiap hujan deras mengguyur, wilayah ini nyaris tak pernah luput dari banjir limpasan yang datang tiba-tiba hingga mengganggu aktivitas.

Banjir dipicu luapan aliran sungai kecil yang berada tepat di sisi jalan. Saat debit air meningkat, sungai tak mampu menampung kiriman air hingga meluap ke jalan, area pertokoan, bahkan permukiman warga.

Siti, salah seorang warga sekaligus pedagang, mengatakan kondisi ini sudah menjadi "langganan" setiap kali hujan deras turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hujan besar pasti banjir. Kali meluap," ujar Siti, Senin (13/4/2026) sore.

Ia mengaku harus sigap menyelamatkan barang dagangannya saat air mulai naik. "Kalau banjir jualannya ngungsi ke yang tinggi. Sering banget, kemarin Jumat Sabtu banjir," tuturnya.

ADVERTISEMENT
Kondisi Jalan Pagarsih yang jadi lokasi langganan banjir limpasanKondisi Jalan Pagarsih yang jadi lokasi langganan banjir limpasan (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).

Anton, pedagang lainnya di kawasan tersebut, menyampaikan keluhan serupa. Ia merasakan betul dampak banjir terhadap aktivitas ekonomi di kawasan Pagarsih.

Menurutnya, banjir tidak hanya mengganggu warga, tetapi juga menghambat akses pembeli, terutama yang mengandalkan layanan daring.

"Kalau banjir ganggu pasti, kebanyakan kan pembelinya online jadi driver susah masuk," kata Anton.

Ia menyebut banjir di Pagarsih bukan persoalan baru. Bahkan menurutnya, intensitas banjir bisa lebih besar jika terjadi setelah periode lama tanpa genangan.

"Udah dari dulu, cuma kalau udah lama gak banjir nanti banjirnya besar. Kemarin hari Kamis banjir besar," ungkapnya.

Durasi genangan pun bergantung pada lamanya hujan turun. Jika hujan berlangsung seharian, air bisa bertahan lebih lama di kawasan tersebut.

"Surutnya relatif, kalau hujannya seharian bisa lama, kalau enggak seharian cepat," jelas Anton.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi permanen. Mereka menilai kondisi ini sudah terlalu sering terjadi dan membutuhkan penanganan serius agar tidak terus berulang.

"Segera ditangani, cari solusi, sudah terlalu sering," tegasnya.




(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads