IRGC ke Trump: Jika Musuh Tak Mengerti, Kami Buat Mengerti

Kabar Internasional

IRGC ke Trump: Jika Musuh Tak Mengerti, Kami Buat Mengerti

Ignacio Geordi Oswaldo - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 18:30 WIB
FILE PHOTO: A map showing the Strait of Hormuz is seen in this illustration taken June 22, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Dado Ruvic).
Jakarta -

Tensi di Selat Hormuz kian memanas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras dengan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade seluruh kapal yang nekat melintas di jalur vital tersebut. Langkah ekstrem ini diambil Trump setelah Iran bersikukuh melanjutkan program nuklirnya dan enggan membuka kembali Selat Hormuz di tengah perundingan damai yang berlangsung di Pakistan.

Menanggapi gertakan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung pasang badan. Mereka menegaskan bahwa setiap pergerakan kapal militer AS yang mendekati Selat Hormuz adalah pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata AS-Iran yang seharusnya berlaku hingga 22 April. IRGC mengancam akan mengerahkan kekuatan penuh untuk menindak tegas setiap armada militer yang berani melanggar kawasan tersebut.

"Jika musuh tidak mengerti, kami akan membuat mereka mengerti," kata seorang anggota divisi kedirgantaraan IRGC yang mengenakan pakaian militer dan masker hitam untuk menyembunyikan identitasnya melalui siaran televisi pemerintah seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (13/4/2026).

Di sisi lain, IRGC membantah keras laporan militer Negeri Paman Sam yang mengklaim dua kapal perang mereka telah berhasil menembus Selat Hormuz. Sebelumnya, pihak AS menyebut kehadiran kapal tersebut bertujuan untuk operasi pembersihan ranjau laut yang menghalangi jalur air strategis dunia itu.

Gelombang perlawanan terhadap kebijakan Trump juga mengalir deras dari parlemen Iran yang didominasi kelompok garis keras. Para legislator Teheran menilai ancaman penutupan Selat Hormuz yang didengungkan Trump tak lebih dari sekadar gertak sambal.

"Apa yang dia (Trump) katakan setelah negosiasi hanyalah omong kosong. Dia hanya mengungkapkan keinginannya secara terang-terangan," kata Ebrahim Azizi, kepala komisi keamanan nasional parlemen Iran.

Artikel ini sudah tayang di detikFinance, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Iran Tegaskan Siap Berperang Maupun Bernegosiasi dengan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads