Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung sejak Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) malam meninggalkan dampak luas. Sejumlah wilayah dilanda banjir, longsor, hingga kerusakan rumah akibat angin kencang.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bandung, banjir terjadi akibat meluapnya tiga sungai utama, yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede. Tiga kecamatan terdampak paling parah adalah Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, mengatakan hujan deras membuat debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman dan jalan raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Area yang parah terdampak banjir adalah Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Ketinggian air rata-rata 30 sentimeter sampai dengan 130 sentimeter (1,3 meter)," ujar Beny, Senin (13/4/2026).
Di Kecamatan Bojongsoang, banjir merendam dua wilayah, yakni Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, dan RW 20 Desa Bojongsari, dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter.
Sementara itu, Kecamatan Dayeuhkolot menjadi wilayah paling terdampak. Genangan air mencapai 30 hingga 130 sentimeter di sejumlah titik, meliputi Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan.
Di Desa Dayeuhkolot saja, tercatat 4.800 kepala keluarga atau 14.400 jiwa terdampak. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke shelter desa.
"Sebanyak 14 kepala keluarga dan 38 jiwa mengungsi. Jumlah itu 21 orang dewasa, 2 anak-anak, 5 lansia, 1 orang disabilitas, 4 anak SD, 4 anak SMP, dan 1 anak SMA," ucapnya.
Di Desa Citeureup, banjir berdampak pada 426 kepala keluarga atau 1.288 jiwa, dengan 17 kepala keluarga (51 jiwa) mengungsi di Masjid Annur.
Sementara di Desa Cangkuang Wetan, banjir merendam Kampung Cibedug Hilir RW 1 dan Cibedug Girang RW 2 dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter hingga 1,3 meter.
"Kalau di Desa Cangkuang Wetan totalnya sebanyak 575 kepala keluarga dan sebanyak 1.725 jiwa terdampak banjir," tuturnya.
Di Kelurahan Pasawahan, banjir terjadi di Kampung Palasari RW 2 dan RW 3 dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter, berdampak pada 86 kepala keluarga atau 258 jiwa.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Baleendah, tepatnya di Kelurahan Andir dan Baleendah, dengan total 693 kepala keluarga atau 1.723 jiwa terdampak dan ketinggian air antara 30 hingga 60 sentimeter.
Angin Kencang dan Longsor
Selain banjir, bencana lain turut terjadi. Angin kencang menyebabkan kerusakan rumah di Kecamatan Arjasari, Katapang, dan Cangkuang. Total ratusan rumah terdampak, dengan rincian 99 unit di Desa Mangunjaya, 50 unit di Desa Batukarut, dan 20 unit di Desa Mekarjaya.
"Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang," jelas Beny.
Tak hanya itu, longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Cimaung. Tebing longsor sempat menimpa rumah warga, sementara Tembok Penahan Tanah (TPT) jebol hingga air masuk ke permukiman.
"Longsor juga terjadi pada TPT di Kampung Nyempet, Cimaung. Sisanya adalah banjir dan air meluap dari anak-anak sungai Cimaung," tuturnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Bandung terus melakukan asesmen dan pemantauan di lapangan, termasuk evakuasi pohon tumbang dan penanganan titik longsor.
"Kalau kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, selimut, sembako, terpal untuk atap yang rusak, serta alat kebersihan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)
