Ngeri! India Catat Kematian Tertinggi Akibat Selfie

Kabar Internasional

Ngeri! India Catat Kematian Tertinggi Akibat Selfie

Femi Diah - detikJabar
Minggu, 12 Apr 2026 23:30 WIB
Ilustrasi selfie
Ilustrasi selfie (Foto: Getty Images/Mayur Kakade)
Jakarta -

Fenomena swafoto atau selfie yang kian populer di kalangan wisatawan ternyata menyimpan risiko serius. Dalam sejumlah kasus, aktivitas yang bertujuan mengabadikan momen justru berujung cedera, bahkan kematian.

Sebuah studi yang dilakukan oleh The Barber Law Firm mengungkap tren mengkhawatirkan terkait insiden selfie di berbagai negara. Melansir detikTravel, penelitian tersebut menganalisis data sepanjang 2014 hingga 2025 dan menemukan bahwa banyak kecelakaan terjadi akibat tindakan berisiko saat mengambil foto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendiri sekaligus pengacara utama firma tersebut, Kris Barber, menyoroti dorongan validasi di media sosial sebagai salah satu faktor pemicu.

"Penelitian kami menyoroti tren yang meresahkan. Mengejar validasi media sosial benar-benar bisa mengorbankan nyawa. Foto yang sempurna sama sekali tidak sepadan dengan bahayanya," kata Barber, dikutip dari Travel and Leisure.

ADVERTISEMENT

Dalam laporan itu, India menempati posisi teratas sebagai negara dengan insiden selfie paling mematikan. Sebanyak 42,1 persen kasus kematian terkait selfie tercatat terjadi di negara tersebut.

Dari total 271 insiden yang dilaporkan, 214 di antaranya berujung fatal. Penyebabnya beragam, mulai dari terjatuh dari ketinggian, tertabrak kendaraan, hingga tenggelam.

Di posisi kedua, Amerika Serikat mencatat 45 insiden terkait selfie. Dari jumlah tersebut, 37 kasus berakhir dengan kematian, sementara delapan lainnya menyebabkan cedera.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh Journal of Medical Internet Research pada 2023 menyebutkan bahwa jatuh dari tepi tebing menjadi penyebab utama kematian saat swafoto, terutama di lokasi wisata perairan.

"Jatuh dari tepi tebing adalah penyebab paling umum kematian terkait selfie di Australia dan Amerika di lokasi akuatik. Wanita muda dan remaja perempuan yang paling banyak mengalami insiden tersebut," tulis laporan tersebut.

Sementara itu, Rusia berada di peringkat ketiga. Dari 19 insiden yang tercatat, 18 di antaranya mengakibatkan kematian, menunjukkan tingginya tingkat fatalitas dalam kasus serupa.

Melihat data tersebut, Kris Barber mengingatkan pentingnya kesadaran akan keselamatan saat berwisata. Ia menekankan agar wisatawan tidak mengabaikan risiko hanya demi mendapatkan foto yang menarik.

"Selalu ada alternatif yang lebih aman untuk mengabadikan momen indah tanpa menempatkan diri Anda dalam risiko," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di detikTravel




(fem/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads