Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar di Gurun Pasir, Darimana Airnya?

Kabar Internasional

Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar di Gurun Pasir, Darimana Airnya?

Rachmatunnisa - detikJabar
Minggu, 12 Apr 2026 16:00 WIB
Di Ramadan ini, tim Jazirah Islam menyelusuri gurun pasir desa Merzouga, di tenggara Maroko. Gurun pasir yang menjadi bagian dari sejarah penyebaran Islam oleh Rasulullah SAW.
Ilustrasi gurun pasir (Foto: Pool)
Bandung -

Arab Saudi tengah menggarap proyek ambisius di tengah gurun pasir, yakni danau air tawar raksasa. Danau sepanjang 2,8 kilometer itu dibuat dengan nilai investasi mencapai USD4,7 miliar atau setara Rp80 triliun.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan futuristik NEOM, yang dirancang sebagai pusat wisata dan teknologi masa depan. Lalu darimana airnya ?

Untuk menghadirkan sumber air di lingkungan yang sangat kering, proyek ini mengandalkan tiga bendungan besar. Bendungan utama dirancang dengan tinggi sekitar 145 meter dan panjang 475 meter, serta menggunakan teknologi konstruksi modern agar mampu menahan volume air dalam jumlah besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Ecoticias, danau ini nantinya akan memiliki luas sekitar 1,5 kilometer persegi dan dilengkapi fasilitas rekreasi, termasuk pulau buatan yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas wisata seperti berjalan kaki hingga menyelam.

ADVERTISEMENT

Proyek ini merupakan bagian dari visi besar Arab Saudi dalam program Vision 2030, yang bertujuan mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak sekaligus mengembangkan sektor pariwisata. Kawasan Trojena sendiri dirancang sebagai destinasi unik, bahkan mencakup olahraga musim dingin di tengah gurun.

Meski terdengar futuristik, pembangunan danau di gurun menghadapi tantangan besar, terutama terkait ketersediaan air dan tingkat penguapan yang tinggi. Untuk mengatasinya, proyek ini akan memanfaatkan teknologi desalinasi, yaitu mengolah air laut menjadi air tawar dengan bantuan energi terbarukan.

Jika berhasil, danau raksasa ini tidak hanya menjadi ikon baru Arab Saudi, tetapi juga berpotensi menjadi contoh inovasi pengelolaan air di wilayah kering dunia.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya.

(rns/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads