Jabar Hari Ini: Curhat Ibu Saat Bayinya Hendak Ditukar di RSHS

Jabar Hari Ini: Curhat Ibu Saat Bayinya Hendak Ditukar di RSHS

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 22:00 WIB
Suasana Sidang Doni Salmanan
Doni Salmanan (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (9/4/2026). Mulai dari bebasnya Doni Salmanan dari Lapas Jelekong hingga bayi baru lahir yang hampir tertukar di RSHS.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Ledakan di Lapangan Padel Bogor Gegara Tabung Gas Bocor

Ledakan mengguncang sebuah arena padel di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.15 WIB itu diduga dipicu kebocoran tabung gas elpiji 12 kg yang tidak terdeteksi sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Subsektor Pemadam Kebakaran Gunung Putri, Hendra Kurniawan, menjelaskan indikasi awal mengarah pada kebocoran gas di dalam ruangan. Gas yang terakumulasi kemudian memicu ledakan saat dua karyawan menyalakan lampu.

"Diduga ada kebocoran gas 12 kilo. Kebocoran tidak ketahuan, lalu saat dua karyawan menyalakan lampu muncul ledakan," ujar Hendra.

ADVERTISEMENT

Ledakan tersebut terjadi pada pagi hari ketika aktivitas di lokasi belum sepenuhnya berjalan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan bangunan akibat insiden tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby menyatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Laboratorium Forensik untuk memastikan penyebab pasti ledakan.

"Kami masih menunggu Puslabfor untuk hasil penyebabnya," kata Aulia.

Doni Salmanan Bebas Bersyarat

'Crazy rich Soreang', Doni Salmanan, kini menghirup udara bebas. Setelah mendekam di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung (Jelekong), Doni mendapatkan pembebasan bersyarat.

Doni Salmanan telah bebas dari penjara sejak Senin (6/4/2026). Ia sebelumnya ditahan atas kasus penipuan melalui platform trading binary option Quotex.

Kebebasan Doni Salmanan dikonfirmasi langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Barat, Kusnali. Ia menyebut Doni telah bebas bersyarat dari penjara sejak tiga hari yang lalu.

"Pada Senin, 06 April 2026 warga binaan atas nama Doni Muhammad Taufik Alias Doni Salmanan mendapatkan PB (pembebasan bersyarat) berdasarkan pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI," katanya, Kamis (9/4/2026).

Doni Salmanan mulai ditahan sejak 9 Maret 2022. Ia seharusnya menjalani hukuman selama 8 tahun sesuai dengan vonis majelis hakim hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung.

Namun, Doni mendapatkan total remisi sebanyak 13 bulan 105 hari. Meski telah menghirup udara bebas, Doni tetap diwajibkan menjalani wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung.

"Sebelumnya, selama menjalani pidana, yang bersangkutan telah berkelakuan baik didasarkan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana dengan total mendapatkan Remisi sebanyak 13 bulan 105 hari," pungkasnya.

Istri Napi Lapas Banceuy Sembunyikan Sabu di Mi Instan

Petugas Lapas Kelas IIA Banceuy Kota Bandung, berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu yang disembunyikan ke dalam bungkus bumbu mi instan. Dalam kejadian ini, barang bukti tersebut berhasil disita, namun pelaku penyelundupan melarikan diri dan kini tengah diburu petugas.

Berdasarkan rekaman video yang diterima detikJabar, petugas menemukan paket sabu yang disisipkan di antara mi instan. Guna mengelabui pemeriksaan, pelaku memasukkan kristal putih tersebut ke dalam kemasan bumbu mi instan.

Kalapas Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani mengatakan penyelundupan sabu ini dilakukan oleh seorang perempuan pada Kamis (9/4/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. Sabu itu ditujukan untuk suaminya yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara.

"Ini disimpan di dalam bumbu mi instan. Seorang wanita yang menitipkan makanan di depan, kemudian kami melakukan pemeriksaan karena mencurigakan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan tiga paket yang diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam bumbu mi instan," kata Eris.

Eris mengungkapkan, sabu ini rencananya akan diberikan kepada warga binaan berinisial RH.

"Jadi yang menitipkan adalah istrinya berinisial NRA, warga Cianjur. Kebetulan RH ini merupakan warga binaan pindahan dari Lapas Cianjur sejak Agustus 2024, dengan kasus narkoba," ujarnya.

Eris membenarkan bahwa setelah menitipkan mi instan berisi sabu tersebut, sang perempuan langsung meninggalkan lokasi.

"Betul, setelah menitipkan barang di depan, jadi supaya dititipkan ke orang lagi. Modusnya dengan menyembunyikan paket sabu di dalam bumbu mi instan. Jadi bumbu instan tersebut direkayasa dan di dalamnya dimasukkan paket narkoba," ungkapnya.

Eris menyebutkan, barang bukti sabu tersebut memiliki berat bruto 11,1 gram.

"Mi instannya ada beberapa, tetapi yang berisi narkoba hanya satu bungkus. Kami memeriksa semuanya," ujarnya.

Eris mengatakan, perempuan tersebut sebelumnya sempat membesuk suaminya. Namun, pada hari kejadian, dia hanya menitipkan bungkusan mi berisi narkoba tersebut. Menurut Eris, identitas perempuan ini sudah dikantongi dan saat ini masih dalam pengejaran.

"Saat ini kami berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polrestabes Bandung untuk tindak lanjut," ujarnya.

Curhat Ibu Saat Bayinya Hendak Ditukar di RSHS

Media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita yang bayinya nyaris tertukar saat menjalani perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Pengakuan itu diunggah akun TikTok Nindy. Dalam video berdurasi 5,04 menit tersebut, pemilik akun menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap perawat RSHS yang diduga teledor karena hendak menyerahkan bayinya kepada pasangan suami istri lain.

Pemilik akun, Nina Saleha (27), menceritakan kronologi bayi laki-lakinya yang nyaris berpindah tangan. Saat itu, perempuan yang menerima bayinya juga berada di ruang NICU RSHS Bandung. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2024).

"Jadi awalnya itu anak saya masuk ke RSHS hari Minggu (5/4/2026), karena anak itu sakit kuning. Jadi anak saya lahir hari Rabu, 1 April di RS Unpad Jatinangor," kata Nina saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/4/2026).

Nina bersama suaminya diminta datang ke RSHS pada Selasa sore untuk membawa baju ganti karena bayi mereka sudah diizinkan pulang pada hari Rabu. Menjelang kepulangan, Nina menunggu panggilan perawat untuk menjemput bayinya di ruang NICU.

"Nah saya itu kan sebelumnya sudah memandikan anak dan mengganti bajunya, terus nunggu dipanggil buat jemput anak dari ruangan. Tapi kok lama nggak dipanggil-panggil, akhirnya saya sama suami inisiatif turun dulu ke bawah buat makan," kata Nina.

Saat makan, Nina merasa ada hal yang mengganjal. Ia kemudian bergegas menuju ruang tempat bayi laki-lakinya dirawat. Betapa kagetnya ia saat mendapati buah hatinya sedang digendong pasangan suami istri lain yang anaknya juga dirawat di ruangan yang sama.

"Jadi saya itu sebelumnya ngobrol sama ibu-ibu, anaknya juga dirawat. Tapi pas hari kejadian itu, anak saya digendong sama dia mau keluar ruangan. Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya sama dengan anak saya. Terus ibu-ibu itu saya panggil, saya lihat wajah bayinya ternyata itu anak saya," kata Nina.

Nina kemudian meminta penjelasan kepada perawat di ruangan tersebut. Berdasarkan penjelasan yang ia terima, bayi laki-lakinya nyaris dibawa orang lain karena perawat mengaku sudah memanggil Nina beberapa kali namun tidak ada respons.

"Penjelasannya juga aneh, saya katanya dipanggil berkali-kali tapi nggak datang. Terus sama susternya itu karena saya nggak hadir, akhirnya dikasihkan ke orang lain. Saya marah lah, kan itu anak saya kenapa malah dikasihkan ke orang lain. Akhirnya sama saya diambil lagi dari gendongan ibu-ibu lain itu. Di situ si ibu-ibunya juga cuma diam, dia bilang iya itu anak saya," kata Nina.

Nina yang masih emosi saat itu hanya menerima permintaan maaf dari perawat dengan alasan keteledoran. Kesalahan lain dari perawat itu, kata Nina, yakni menggunting gelang identitas sang bayi.

"Terus gelang di anak saya itu digunting sama susternya, terus dia cuma bilang takutnya ada virus di gelangnya. Benar-benar saya nggak terima dapat perlakuan begitu," kata Nina.

Saat ini, bayi laki-laki yang baru berumur seminggu itu sudah pulang ke rumah keluarga Nina di kawasan Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah sekarang sudah membaik, itu anak ketiga saya. Dari pihak rumah sakit sudah ada menghubungi via WhatsApp, minta bertemu sama saya dan suami," kata Nina.

Teror Anjing Stres Bikin Warga Kuningan Ketar-ketir

Seekor anjing liar yang diduga stres menyusup ke area halaman rumah di Perumahan Grand Kasturi, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Kehadiran hewan agresif ini sempat memicu kepanikan dan meresahkan penghuni rumah, Liana.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengungkapkan anjing tersebut terpantau sudah berada di halaman rumah warga sejak Rabu malam (8/4/2024).

Gonggongan yang terus-menerus membuat waktu istirahat warga terganggu. Lantaran khawatir akan keselamatan jiwa, Liana kemudian meminta bantuan petugas Damkar pada keesokan paginya.

"Menurut keterangan pemilik rumah, ibu Liana, bahwa semalam ada anjing liar masuk ke halaman rumah dan menggonggong mengganggu warga setempat. Karena takut membahayakan pemilik rumah dan warga sekitar, pelapor tadi pagi sekitar pukul 07.25 WIB menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan meminta evakuasi," tutur Arga, Kamis (9/4/2024).

Damkar Kuningan lalu menerjunkan empat personel ke lokasi. Setibanya di lokasi, anjing tersebut masih menunjukkan perilaku agresif dan terus menggonggong ke arah petugas. Diduga, perubahan lingkungan yang drastis memicu stres pada anjing tersebut.

Arga menyebut proses evakuasi dilakukan dengan kewaspadaan ekstra. Setelah berjibaku selama 10 menit menggunakan alat penjepit khusus, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan dan mengamankan anjing liar tersebut pada pukul 07.55 WIB.

"Kalau dilihat anjing liarnya memang stres, sehingga dalam penanganannya anggota harus penuh kewaspadaan karena ditakutkan anjing melawan saat dievakusi. Untuk asalnya tidak diketahui, karena tiba tiba ada dari semalam. Kalau tidak dievakuasi malah semakin membahayakan penghuni rumah, karena kondisi anjingnya diduga stress," pungkas Arga.




(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads