Tantangan Pendidikan Sukabumi, Hanya 23% Ruang Kelas SD Kondisinya Baik

Tantangan Pendidikan Sukabumi, Hanya 23% Ruang Kelas SD Kondisinya Baik

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 20:00 WIB
Kondisi sekolah di Sukabumi.
Kondisi sekolah di Sukabumi (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi blak-blakan soal kondisi infrastruktur sekolah yang masih menjadi tantangan besar di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan, jumlah ruang kelas dengan kondisi benar-benar baik ternyata masih sangat minim, bahkan di bawah 40 persen untuk semua jenjang pendidikan.

Merujuk pada data tersebut, saat ini hanya terdapat 30 persen ruang kelas TK, 23 persen ruang kelas SD, dan 38 persen ruang kelas SMP yang masuk dalam kategori kondisi baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selebihnya, mayoritas ruang kelas masih berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyebut kondisi ini bersifat dinamis karena luasnya sebaran satuan pendidikan di wilayahnya.

ADVERTISEMENT

Ia menekankan bahwa kualitas bangunan sekolah berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh para siswa.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi ruang kelas yang baik dapat mempengaruhi kenyamanan, keamanan, serta kualitas pembelajaran. Dengan banyaknya jumlah ruang kelas yang tersebar, membuat kondisi ruang kelas menjadi suatu angka yang dinamis," ungkap Deden Sumpena, Kamis (9/4/2026).

Deden mewanti-wanti agar status rusak ringan tidak dianggap sepele. Pihaknya mengaku terus melakukan pemantauan intensif agar kerusakan tersebut tidak meningkat menjadi kategori berat yang berisiko membahayakan siswa.

"Meskipun sebagian besar ruang kelas dalam kondisi rusak ringan, bukan berarti bisa diabaikan. Kerusakan ringan yang diabaikan tentu akan menjadi lebih parah kalau tidak segera ditangani," tegas Deden.

Sebagai solusi, Pemkab Sukabumi melakukan intervensi perbaikan secara bertahap. Deden menjelaskan, ada tiga sumber pendanaan yang dikerahkan untuk memoles wajah sekolah-sekolah di Kabupaten Sukabumi.

"Upaya Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan melaksanakan perbaikan secara bertahap melalui intervensi dari alokasi APBD Kabupaten Sukabumi, Bantuan Provinsi Jawa Barat, dan Program Revitalisasi dari Kemendikdasmen," jelasnya.

Selain rehabilitasi rutin, Deden juga memberikan kepastian terkait penanganan fasilitas yang mengalami kerusakan fatal atau roboh. Salah satunya adalah bangunan SMPN 3 Pabuaran yang menjadi prioritas pengerjaan tahun ini.

"Khusus yang roboh di SMPN 3 Pabuaran sudah masuk program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 ini," pungkas Deden Sumpena.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads