Curhat Wanita Saat Bayi Diduga Hendak Ditukar Usai Dirawat di RSHS

Curhat Wanita Saat Bayi Diduga Hendak Ditukar Usai Dirawat di RSHS

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 14:54 WIB
Orangtua yang viral gegara bayinya diduga ditukar usai dirawat di RSHS
Orangtua yang viral gegara bayinya diduga ditukar usai dirawat di RSHS (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Bandung -

Media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita yang bayinya nyaris tertukar saat menjalani perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Pengakuan itu diunggah akun TikTok Nindy. Dalam video berdurasi 5,04 menit tersebut, pemilik akun menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap perawat RSHS yang diduga teledor karena hendak menyerahkan bayinya kepada pasangan suami istri lain.

Pemilik akun, Nina Saleha (27), menceritakan kronologi bayi laki-lakinya yang nyaris berpindah tangan. Saat itu, perempuan yang menerima bayinya juga berada di ruang NICU RSHS Bandung. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi awalnya itu anak saya masuk ke RSHS hari Minggu (5/4/2026), karena anak itu sakit kuning. Jadi anak saya lahir hari Rabu, 1 April di RS Unpad Jatinangor," kata Nina saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Nina bersama suaminya diminta datang ke RSHS pada Selasa sore untuk membawa baju ganti karena bayi mereka sudah diizinkan pulang pada hari Rabu. Menjelang kepulangan, Nina menunggu panggilan perawat untuk menjemput bayinya di ruang NICU.

"Nah saya itu kan sebelumnya sudah memandikan anak dan mengganti bajunya, terus nunggu dipanggil buat jemput anak dari ruangan. Tapi kok lama nggak dipanggil-panggil, akhirnya saya sama suami inisiatif turun dulu ke bawah buat makan," kata Nina.

Saat makan, Nina merasa ada hal yang mengganjal. Ia kemudian bergegas menuju ruang tempat bayi laki-lakinya dirawat. Betapa kagetnya ia saat mendapati buah hatinya sedang digendong pasangan suami istri lain yang anaknya juga dirawat di ruangan yang sama.

"Jadi saya itu sebelumnya ngobrol sama ibu-ibu, anaknya juga dirawat. Tapi pas hari kejadian itu, anak saya digendong sama dia mau keluar ruangan. Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya sama dengan anak saya. Terus ibu-ibu itu saya panggil, saya lihat wajah bayinya ternyata itu anak saya," kata Nina.

Nina kemudian meminta penjelasan kepada perawat di ruangan tersebut. Berdasarkan penjelasan yang ia terima, bayi laki-lakinya nyaris dibawa orang lain karena perawat mengaku sudah memanggil Nina beberapa kali namun tidak ada respons.

"Penjelasannya juga aneh, saya katanya dipanggil berkali-kali tapi nggak datang. Terus sama susternya itu karena saya nggak hadir, akhirnya dikasihkan ke orang lain. Saya marah lah, kan itu anak saya kenapa malah dikasihkan ke orang lain. Akhirnya sama saya diambil lagi dari gendongan ibu-ibu lain itu. Di situ si ibu-ibunya juga cuma diam, dia bilang iya itu anak saya," kata Nina.

Nina yang masih emosi saat itu hanya menerima permintaan maaf dari perawat dengan alasan keteledoran. Kesalahan lain dari perawat itu, kata Nina, yakni menggunting gelang identitas sang bayi.

"Terus gelang di anak saya itu digunting sama susternya, terus dia cuma bilang takutnya ada virus di gelangnya. Benar-benar saya nggak terima dapat perlakuan begitu," kata Nina.

Saat ini, bayi laki-laki yang baru berumur seminggu itu sudah pulang ke rumah keluarga Nina di kawasan Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah sekarang sudah membaik, itu anak ketiga saya. Dari pihak rumah sakit sudah ada menghubungi via WhatsApp, minta bertemu sama saya dan suami," kata Nina.

Tim detikJabar telah mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke RSHS. Namin, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Polisi Tahan Dokter PPDS yang Diduga Perkosa Keluarga Pasien"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads