Pepen Supendi (60), warga Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, belum ditemukan setelah tertimbun longsor. Petugas SAR gabungan terpaksa menggunakan alat manual untuk mencari keberadaan korban.
Komandan Rescue Kantor SAR Bandung, Idham Pratama, mengungkapkan petugas mengalami kendala dalam proses evakuasi. Penggunaan alat berat tidak memungkinkan lantaran akses menuju lokasi yang sulit dilintasi kendaraan besar.
"Kendala hari ini, peralatan yang digunakan masih manual, tidak bisa memakai alat berat, dan kemungkinan adanya longsor susulan. Namun kami tetap bekerja dengan memperhatikan keselamatan," ujar Idham, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idham menjelaskan, tim kini fokus memodifikasi aliran air yang berada di atas lokasi longsor. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan tim gabungan selama bekerja di area pencarian.
"Sebelum bekerja, kami pastikan area kerja aman, termasuk aliran air yang sudah dimodifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian," katanya.
Sebanyak tujuh personel Basarnas diterjunkan untuk membantu proses evakuasi. Selain Basarnas, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan warga sekitar turut bahu-membahu mencari korban yang masih tertimbun material tanah.
Bencana longsor tersebut terjadi di Dusun Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, pada Rabu (8/4) malam, dan menimpa dua rumah warga. Terdapat empat orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini; tiga orang berhasil diselamatkan dan tengah menjalani penanganan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang, sementara Pepen hingga kini masih dalam pencarian petugas.
(iqk/iqk)
