Tasikmalaya

Kenaikan Harga Plastik Momentum Tekan Produksi Sampah

Faizal Amiruddin - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 15:30 WIB
Aktivitas di salah satu toko plastik di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar).
Tasikmalaya -

Kenaikan harga plastik mulai berpengaruh terhadap perilaku masyarakat saat berbelanja. Masyarakat jadi lebih memilih membawa tas atau kantong sendiri, ketimbang harus membayar lebih untuk kantong plastik saat belanja.

"Plastik naik, jadi kalau belanja dikenakan tambahan lima ratus atau seribu rupiah untuk kresek. Makanya mendingan bawa kantung sendiri, bawa tote bag atau tas belanja sendiri," kata Tazkia (32), salah seorang konsumen di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026).

Dia mengaku sebelum harga plastik naik dan banyak pedagang membebankan biaya kantong plastik, sudah membiasakan membawa kantong sendiri.

"Dari sebelumnya sudah biasa bawa kantung sendiri, ya ngurang-ngurangin sampah di rumah sih. Sekarang harga plastiknya naik jadi semakin sadar," kata Tazkia.

Beberapa pedagang plastik mengatakan kenaikan harga terjadi cukup tajam dalam beberapa hari terakhir, bahkan mencapai 50 hingga 80 persen. Dampaknya, penjualan menurun karena harga yang dinilai terlalu tinggi.

"Sekarang harga plastik naiknya bisa sampai setengah dari harga sebelumnya, bahkan ada yang lebih. Pembeli juga jadi banyak yang ngurangin beli," kata Lukas, pemilik toko plastik di Pasar Cikurubuk.

Ellen, pedagang plastik lainnya, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak perang di Timur Tengah.

"Naik dari sebelum Lebaran, jadi pokoknya mulai perang pada 28 Februari itu sudah mulai. Kadang dua hari sampai tiga hari sekali naik, kadang pagi naik, siang naik lagi. Intinya kenaikan di atas 50 persen," kata Ellen.

Simak Video "Melakukan Cliff Jumping di Curug Panoong untuk Sensasi Adrenalin di Tasikmalaya "


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork