Respons KAI soal Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis

Respons KAI soal Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 07 Apr 2026 10:16 WIB
Kondisi Jembatan Cirahong
Jembatan Cirahong. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Isu dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengendara motor di Jembatan Cirahong, yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, mendapat tanggapan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, menegaskan pihaknya lebih fokus pada aspek keselamatan operasional kereta api di jembatan tersebut. Ia menyebut pengelolaan di luar kepentingan itu merupakan ranah pemerintah daerah. Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah daerah setempat dalam memastikan kelancaran serta fungsi Jembatan Cirahong bagi mobilitas masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait penjaga yang viral, itu lebih tepat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Fokus kami adalah memastikan tidak ada dampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api," ujar Kuswardoyo melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2024).

Diketahui, Jembatan Cirahong memiliki dua fungsi. Bagian atas digunakan sebagai jalur kereta api, sementara bagian bawah dimanfaatkan oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

ADVERTISEMENT

Kuswardoyo menjelaskan, jembatan yang dibangun sejak 1893 itu memiliki peran vital sehingga harus dijaga bersama. Demi menjaga kekuatan konstruksi, sejak 1 September 2021, KAI membatasi akses hanya bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

"Jembatan ini sudah berusia lebih dari satu abad. Karena konstruksinya berkaitan langsung dengan jalur kereta api di atasnya, maka kami batasi hanya untuk roda dua dan pejalan kaki," jelasnya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi jembatan masih dinilai aman bagi pengguna yang mematuhi aturan tersebut. "Kalau untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, saya rasa masih aman," katanya.

KAI juga mengapresiasi langkah pemda yang telah melakukan perbaikan, termasuk penggantian material kayu di jembatan tersebut.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah melakukan perbaikan, terutama pada bagian kayu jembatan," ucapnya.

Namun, Kuswardoyo mengingatkan bahwa beban berlebih di jembatan dapat berdampak pada jalur rel di bagian atas.

"Kalau ada beban berlebihan, kami khawatir bisa memengaruhi kondisi jalur kereta api dan membahayakan perjalanan," tegasnya.

Terkait pengawasan di lapangan, KAI mengaku belum berencana menempatkan petugas khusus di lokasi tersebut. "Sejauh ini kami belum memikirkan untuk menyiapkan petugas di sana, karena fokus utama kami tetap pada keselamatan operasional kereta api," pungkasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads