Trump Ancam Iran Bisa Hancur dalam Semalam

Kabar Internasional

Trump Ancam Iran Bisa Hancur dalam Semalam

Rita Uli Hutapea - detikJabar
Selasa, 07 Apr 2026 13:00 WIB
President Donald Trump speaks about the Iran war from the Cross Hall of the White House on Wednesday, in Washington. Alex Brandon/Pool/AP
Presiden AS Donald Trump. Foto: Alex Brandon/Pool/AP
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia menyebut negara tersebut dapat dihancurkan dalam waktu singkat jika tidak segera menyepakati tuntutan yang diajukan Washington.

Trump menetapkan tenggat waktu hingga Selasa (7/4/2026) malam bagi Teheran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Jika tidak, ia memperingatkan akan ada serangan bom yang lebih luas terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya.

"Seluruh negara itu dapat dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dilansir AFP, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya harap saya tidak perlu melakukannya," kata Trump.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Trump juga menuntut Iran menghentikan program senjata nuklir serta membuka kembali jalur transit minyak di Selat Hormuz yang memiliki peran vital dalam distribusi energi global.

Sejumlah pihak mengkritik rencana tersebut dan menilai serangan terhadap infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Namun, Trump membantah anggapan tersebut.

"Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa volume serangan terbesar sejak awal operasi terhadap Iran terjadi pada Senin (6/4) waktu setempat. Ia juga memperingatkan bahwa intensitas serangan akan meningkat pada hari berikutnya.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap bersikukuh pada tuntutannya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut hanya akan dibuka jika ada kompensasi atas kerugian akibat serangan militer.

Pernyataan itu disampaikan oleh Mehdi Tabatabaei, pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran, Massoud Pezeshkian.

Komando angkatan laut Garda Revolusi Iran juga menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel. Iran mengklaim memiliki kendali atas jalur tersebut dan berencana menerapkan sistem tarif bagi kapal yang melintas.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(ita/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads