Anak-anak Bergidik Saat Raja Ular Muncul di Area Masjid Ciamis

Anak-anak Bergidik Saat Raja Ular Muncul di Area Masjid Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 07 Apr 2026 11:30 WIB
Petugas Damkar Ciamis berhasil menangkap king kobra dengan panjang kurang lebih 3,5 meter.
Petugas Damkar Ciamis berhasil menangkap king kobra dengan panjang kurang lebih 3,5 meter. (Foto: Dok Damkar Ciamis)
Ciamis -

Ular king kobra berukuran besar dengan panjang sekitar 3,5 meter ditemukan di area masjid di Dusun Cisaray, Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kemunculan ular berbisa itu sempat membuat panik anak-anak yang hendak mengikuti kegiatan mengaji, Senin (6/4/2026) malam.

Ular pertama kali terlihat oleh sejumlah anak saat akan berwudu di kamar mandi masjid. Mereka mendapati ular berukuran besar berada di sekitar lokasi. Mereka sontak panik melihat ular besar tersebut melata di sekitar lokasi sebelum akhirnya berpindah ke area samping kolam.

Sadar akan bahaya yang mengancam, terutama bagi anak-anak yang tengah berkumpul untuk mengaji, warga setempat segera menghubungi UPTD Damkar Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Damkar segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Proses penanganan berlangsung cepat, dan ular berhasil diamankan sekitar pukul 19.25 WIB tanpa menimbulkan korban.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan warga karena potensi bahaya yang cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

"Kami langsung menurunkan petugas begitu menerima laporan. Lokasinya di area masjid dan banyak anak-anak, jadi ini sangat berisiko," ujarnya.

Ia menjelaskan, ular jenis king kobra dengan nama latin Ophiophagus hannah tersebut ditemukan di pinggir masjid dan berhasil dievakuasi dengan aman.

"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Ular king kobra ini memiliki panjang sekitar 3,5 meter, dengan ukuran yang cukup besar. Tidak ada korban, baik dari warga maupun petugas," katanya.

Menurut Budi, fenomena masuknya ular berbisa ke permukiman warga kerap terjadi, terutama saat memasuki musim pancaroba yang memicu perubahan perilaku satwa liar.

"Perubahan cuaca dan aktivitas manusia di sekitar habitat alami sering membuat satwa liar berpindah tempat untuk mencari tempat yang lebih hangat atau sumber makanan," ujar Budi.

Budi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, terutama di lingkungan yang dekat dengan semak atau sumber air.

"Kalau menemukan hewan berbahaya, jangan ditangani sendiri. Segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani dengan aman," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads