Ancaman Iran Serang Pusat Data OpenAI di Abu Dhabi

Kabar Internasional

Ancaman Iran Serang Pusat Data OpenAI di Abu Dhabi

Virgina Maulita Putri - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 23:00 WIB
Bendera Iran
Virgina Maulita Putri. Foto: Middle East Monitor
Jakarta -

Militer Iran kembali melontarkan ancaman terhadap fasilitas milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kali ini, mereka secara spesifik menargetkan pusat data Stargate milik OpenAI yang berlokasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ebrahim Zolfaghari menyatakan ancaman pemusnahan total terhadap fasilitas milik AS dan Israel. Dalam video yang beredar di media sosial, pusat data OpenAI senilai USD 30 miliar disebut sebagai target potensial.

"Jika AS melanjutkan ancamannya terkait fasilitas pembangkit listrik Iran, tindakan balasan berikut ini akan segera diberlakukan," ujar Zolfaghari, seperti dikutip dari Tom's Hardware, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energi, serta teknologi informasi dan komunikasi rezim Zionis, serta perusahaan serupa di kawasan ini yang dimiliki pemegang saham Amerika akan menghadapi pemusnahan total," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Video tersebut menampilkan pidato Zolfaghari yang kemudian beralih ke citra satelit Abu Dhabi melalui Google Maps. Dalam tayangan itu, terlihat area gurun yang tampak kosong dan diduga sebagai lokasi fasilitas Stargate yang diburamkan.

Teks dalam video menyebutkan tidak ada yang dapat disembunyikan dari pandangan kita, meskipun disembunyikan oleh Google. Selanjutnya, tampilan berubah ke mode malam yang memperlihatkan keseluruhan area pusat data Stargate secara lebih jelas.

Stargate merupakan proyek infrastruktur kecerdasan buatan yang melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar, seperti Oracle, Nvidia, SoftBank, dan Cisco. Proyek ini dirancang untuk dibangun di beberapa negara, termasuk Stargate UAE.

Fasilitas Stargate UAE dirancang dengan kapasitas daya komputasi mencapai 1 gigawatt dan akan menggunakan sistem Nvidia Grace Blackwell GB300. Klaster AI pertama dengan kapasitas 200 MW ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Ancaman tersebut muncul setelah IRGC mengklaim telah menyerang fasilitas komputasi awan milik Amazon di Bahrain serta pusat data Oracle di Dubai. Langkah itu disebut sebagai respons atas serangan Amerika Serikat.

Sebelumnya, IRGC juga merilis daftar target melalui Telegram yang mencantumkan 18 perusahaan teknologi asal AS, termasuk Microsoft, Apple, dan Google.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini.

(vmp/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads